<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ikatan Alumni Universitas Terbuka - Wilayah Jakarta</title>
	<atom:link href="http://utalumni.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://utalumni.wordpress.com</link>
	<description>Menjunjung Tinggi Keluhuran Almamater dan Mengembangkan Ilmu Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Jan 2011 04:44:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='utalumni.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ikatan Alumni Universitas Terbuka - Wilayah Jakarta</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://utalumni.wordpress.com/osd.xml" title="Ikatan Alumni Universitas Terbuka - Wilayah Jakarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://utalumni.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TAP ADMINISTRASI NEGARA 2004.2</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2011/01/20/tap-administrasi-negara-2004-2/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2011/01/20/tap-administrasi-negara-2004-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA (ADPU4500) MASA UJIAN 2004.2 Kode Naskah  47; Tgl Ujian : Sabtu, 06-11-2004 Sifat Ujian : Open Book Tidak Boleh Pakai Kalkulator Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui. Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang ! RENTE DALAM BIROKRASI PELAYANAN PUBLIK &#160; A. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=42&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NASKAH UJIAN</p>
<p>TUGAS AKHIR PROGRAM</p>
<p><strong>PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA (ADPU4500)</strong></p>
<p><strong>MASA UJIAN 2004.2</strong></p>
<div>
<p><strong>Kode Naskah  47; Tgl Ujian : Sabtu, 06-11-2004</strong></p>
</div>
<p><strong>Sifat Ujian : Open Book</strong></p>
<p><strong>Tidak Boleh Pakai Kalkulator</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui.</strong></p>
<div>
<p><strong>Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang !</strong></p>
</div>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>RENTE DALAM BIROKRASI PELAYANAN PUBLIK</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">A. KASUS </span></p>
<p>Masyarakat pengguna jasa layanan public terpaksa melakukan rente. Rente adalah kata lain dari uang pelican, uang semir, uang sogok atau pungutan liar yang diberikan kepada birokrasi pelayan public. Masyarakat terpaksa melakukannya karena kalau tidak mereka tidak akan menerima pelayanan yang semestinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil penelitian tentang Kinerja Pelayanan Publik pada Instansi Perizinan dan Pertanahan di Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan DIY menunjukkan hal tersebut. Sebanyak 58% masyarakat mengaku telah memberikan biaya diluar biaya resmi setiap berurusan dengan birokrasi. Pada sisi yang sama, 61% birokrasi atau petugas pelayanan public menyatakan telah menerima pemberian dalam bentuk uang atau barang dari masyarakat. Mengenai pelaku awalnya baik masyarakat maupuan birokrat sama-sama berinisiatif memberi kesempatan untuk melakukan praktik rente ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rente pelayanan public terjadi karena PERTAMA, kuatnya peran birokrasi dalam pemberian pelayanan public yang pada sisi lain tidak seimbang dengan pengawasan yang efektif dari kekuatan politik (DPR/DPRD) dan masyarakat. KEDUA, tiadanya kepemimpinan birokrasi yang menegakkan aturan standard pelayanan dan memberikan sanksi kepada bawahan yang melanggar. Bahkan pemimpin cenderung memberi peluang terjadinya rente tersebut. KETIGA, rendahnya penghasilan yang diterima pegawai. Pegawai cenderung menaikkan standar hidupnya  ketika meletakkan diri dalam status social masyarakat. Dalam memenuhi kepentingan ini, pegawai mencari pendapatan tambahan di luar pendapatan resmi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : Rente dalam Birokrasi Pelayanan Publik, <a href="http://www.cpps.or.id/upload/policy"><strong>http://www.cpps.or.id//upload/policy</strong></a> briefs/policy brief rente berokrasi bw. 2.pdf.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">B. SOAL :</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="634">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top">No.</td>
<td width="516" valign="top">PERTANYAAN :</td>
<td width="75" valign="top">SKOR</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1.</td>
<td width="516" valign="top">Jika   Anda ingin mereformasi birokrasi sehingga dapat memberikan pelayanan  sesuai dengan aspirasi pengguna jasa   (masyarakat) bagaimana cara Anda mereformasi birokrasi tersebut?</p>
<p>Gunakan   konsep formulasi dan pelaksanaan kebijakan public!</td>
<td width="75" valign="top">8</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2.</td>
<td width="516" valign="top">Rente   birokrasi dalam pelayanan public ternyata berkaitan dengan kepemimpinan   birokrasi. Analisislah kepemimpinan bagaimana yang dapat menciptakan   birokrasi yang bersih, efektif, dan efisien !</td>
<td width="75" valign="top">8</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3.</td>
<td width="516" valign="top">Jika   birokrasi didaerah Anda disinyalir terjadi rente birokrasi dalam pelayanan   public, apa yang Anda lakukan bila Anda ingin menyehatkan birokrasi didaerah   Anda tersebut? Gunakan konsep diagnosis dan invervensi!.</td>
<td width="75" valign="top">8</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4.</td>
<td width="516" valign="top">Salah satu   penyebab rente birokrasi dalam pelayanan public adalah kuatnya peran   birokrasi dan lemahnya pengawasan (politik maupun masyarakat). Jika Anda,   ingin membenahi birokrasi kita sehingga dapat memberikan pelayanan public   yang memuaskan, bagaimana cara membenahi birokrasi kita?</p>
<p>Gunakan   konsep system administrasi Negara Indonesia dan teori organisasi!</td>
<td width="75" valign="top">12</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">&nbsp;</td>
<td width="516" valign="top">Jumlah</td>
<td width="75" valign="top">36</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Selamat Mengerjakan !!</strong></p>
<p><strong>file JTriwiyanto<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=42&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2011/01/20/tap-administrasi-negara-2004-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKMA4111 Pengantar Bisnis</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/29/ekma4111-pengantar-bisnis-2/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/29/ekma4111-pengantar-bisnis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 09:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/2010/01/29/ekma4111-pengantar-bisnis-2/</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Mata Kuliah EKMA4111 Pengantar Bisnis Rifelly Dewi Astuti 3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 1 ISBN : 9790111290 DDC22 : 650 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007 Mata kuliah ini memberikan gambara yang utuh dan sistematis mengenai berbagai pengertian dan konsep yang berkaitan dengan semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan/organisasi bisnis, meliputi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=39&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi Mata Kuliah</p>
<p>EKMA4111 Pengantar Bisnis Rifelly Dewi Astuti 3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 1 ISBN : 9790111290 DDC22 : 650 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007 Mata kuliah ini memberikan gambara yang utuh dan sistematis mengenai berbagai pengertian dan konsep yang berkaitan dengan semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan/organisasi bisnis, meliputi bidang sumber daya manusia, pemasaran, operasi, dan keuangan. Pada awal pembahasan dijelaskan mengenai konsep dasar bisnis, sistem ekonomi negara, etika bisnis dan tanggung jawab sosial, bentuk-bentuk organisasi bisnis, serta kewirausahan. Selain itu, dibahas tentang pengelolaan organisasi bisnis (penerapan fungsi manajemen dalam bisnis). Penjelasan selanjutnya, mengenai pengelolaan kegiatan utama bisnis, yaitu tentang pengelolaan sumber daya manusia dalam bisnis termasuk motivasi, kepemimpinan, dan hubungan ketenagakerjaan, pengelolaan operasi/produksi dalam bisnis, pengelolaan pemasaran (meliputi konsep dasar dan analisis peluang pemasaran, serta pengembangan bauran pemasaran, dan pengelolaan manajemen keuangan dalam bisnis. pembelian.online: http://ebook.ut.ac.id/ Tinjauan Mata Kuliah Mata kuliah Pengantar Bisnis merupakan salah satu mata kuliah prasyarat yang memberikan kerangka dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah-mata kuliah lanjutan dan inti (mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Operasi, Manajemen Pemasaran, dan Manajemen Keuangan) di Program Studi Manajemen. BMP Pengantar Bisnis bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana suatu organisasi bisnis berupaya mencapai tujuan organisasinya dengan melakukan analisis terhadap lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak terbatas dengan sumber-sumber yang terbatas. Sebagai sebuah sistem, kegiatan bisnis merupakan sebuah sistem operasional yang sangat terkait dengan lingkungan di sekitarnya. Perusahaan sebagai sistem berarti sebagai unit yang terdiri dari subsistem, seperti sumber-sumber ekonomi, kegiatan perusahaan, dan lingkungan perusahaan yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Pengelolaan bisnis menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan lingkungan ekonomi. Dalam masyarakat yang semakin terbuka kegiatan bisnis harus mampu bersikap fleksibel dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Tantangan dalam dunia bisnis tidak hanya datang dari persaingan industri, tetapi juga dari berbagai perubahan lingkungan internal dan eksternal perusahaan, termasuk lingkungan global. Bisnis diartikan sebagai aktivitas terpadu, meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud memperoleh manfaat atau keuntungan. Dalam perkembangan selanjutnya, organisasi bisnis tidak hanya dioperasikan untuk mencapai keuntungan semata, melainkan juga berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam, bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial perusahaan dan memberdayakan etika dalam bisnis. Dalam masyarakat yang semakin maju saat ini, organisasi bisnis perlu dikelola secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya. Dalam mata kuliah ini akan dibahas semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan, meliputi aspek sumber daya manusia, pemasaran, operasi dan keuangan. Setelah mempelajari mata kuliah Pengantar Bisnis, Anda diharapkan mampu menjelaskan prinsip-prinsip dan konsep bisnis, meliputi bidang sumber daya manusia, pemasaran, operasi, dan keuangan dalam menghadapi situasi lingkungan dan praktik bisnis sekarang dan masa mendatang. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta bobot 3 SKS, mata kuliah Pengantar Bisnis terdiri dari 9 modul yang pengorganisasiannya sebagai berikut. 1. Bisnis dan Lingkungannya. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan kaitan bisnis dan lingkungannya, bisnis dan hubungannya dengan sistem ekonomi serta etika dalam bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. 2. Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen, dan Kewirausahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan tentang bentuk-bentuk organisasi dan kerja sama bisnis, perumusan strategi perusahaan dan proses manajemen, serta konsep kewirausahaan dan bentuk-bentuk usaha kecil. 3. Pengelolaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia dalam Bisnis. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan bagaimana sebuah perusahaan mengelola organisasi termasuk sumber daya manusia di dalamnya agar dapat menjalankan bisnis secara efektif dan efisien. 4. Motivasi, Kepemimpinan dan Hubungan Industrial. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan motivasi dan kepemimpinan serta hubungan industrial yang merupakan unsur-unsur yang mempengaruhi perilaku individu dan hubungan atasan-bawahan sehingga diharapkan kinerja organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. 5. Pengelolaan Produksi/Operasi dalam Bisnis. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar produksi/ operasi, perencanaan dan pengawasan operasi dalam bisnis. 6. Konsep Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar pemasaran, segmentasi serta perilaku konsumen. 7. Keputusan Bauran Pemasaran. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan setiap komponen dalam bauran pemasaran secara lebih detail dan komprehensif. 8. Pengelolaan Keuangan Perusahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan prinsip dan konsep dasar akuntansi dan keuangan dalam suatu unit kerja organisasi atau unit bisnis perusahaan. 9. Peranan Pasar Uang dan Pasar Modal serta Penerapan Corporate Governance di Indonesia. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar pasar uang, pasar modal serta tata kelola perusahaan (corporate governance) di Indonesia. Agar lebih memudahkan dalam memahami mata kuliah ini, berikut disampaikan desain instruksional yang menggambarkan tujuan instruksional dari tiap topik bahasan dan kompetensi-kompetensi pendukung yang harus Anda kuasai untuk mencapai kompetensi utama mata kuliah ini. Dengan mempelajari setiap modul dengan cermat sesuai petunjuk yang ada serta mengerjakan semua latihan dan tes yang diberikan secara sungguh-sungguh, Anda akan berhasil dalam menguasai tujuan yang telah ditetapkan. Selamat belajar, semoga Anda sukses! Rangkuman Mata Kuliah MODUL 1 BISNIS DAN LINGKUNGANNYA Kegiatan Belajar 1 Bisnis dan Lingkungannya Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan profit. 1. Titik permulaan dalam manajemen yang efektif adalah menentukan tujuan. 2. Lingkungan bisnis dibedakan atas 2, yakni lingkungan internal dan eksternal. 3. Lingkungan internal terdiri atas karya manajemen, pemegang saham, modal dan peralatan fisik, serta informasi. 4. Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen, yakni lingkungan khusus dan umum. 5. Lingkungan khusus, meliputi konsumen, pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingan (pressure group). 6. Lingkungan umum, meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, serta teknologi dan kondisi global. Kegiatan Belajar 2 Bisnis dan Sistem Ekonomi Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan profit. Di mana yang dimaksud dengan profit adalah perbedaan antara pendapatan suatu bisnis dan beban-bebannya. Sistem ekonomi adalah sistem suatu negara untuk mengalokasikan sumber dayanya di antara warga negaranya baik individu maupun organisasi. Faktor-faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, yaitu sumber daya alami, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Ada 3 jenis sistem ekonomi, yakni planned economy, market economy dan mixed economy. Ada 4 tingkat kompetisi di dalam ekonomi pasar, yaitu pure competition (kompetisi murni), kompetisi monopolistik, oligopoli, dan monopoli. Kegiatan Belajar 3 Etika Bisnis 1. Etika adalah kepercayaan tentang apa yang benar dan salah atau baik dan buruk dalam tindakan yang mempengaruhi yang lain. 2. Perilaku etis adalah tingkah laku yang disesuaikan terhadap norma sosial yang diterima secara umum berkenaan dengan tindakan yang berguna dan berbahaya. 3. Ada model 3 langkah sederhana untuk melakukan penilaian etika untuk situasi yang muncul selama aktivitas bisnis, yakni: a. mengumpulkan informasi relevan yang sesungguhnya; b. menganalisis fakta-fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai; c. membuat keputusan etik berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan dari kebijakan atau aktivitas yang dimaksudkan. 4. Empat norma etik tersebut adalah kegunaan (utility), hak (rights), keadilan (justice), dan kepedulian (caring). 5. Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder, yakni meliputi tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, investor, pemasok, dan komunitas lokal di mana bisnis berada. 6. Empat area tanggung jawab organisasi, yakni tanggung jawab ke depan terhadap lingkungannya, konsumennya, karyawannya, dan investornya. 7. Empat macam pendekatan tanggung jawab sosial adalah Obstructionist stance, Defensive stance, Accommodative stance, dan Proactive stance MODUL 2 BENTUK-BENTUK BADAN USAHA, PROSES MANAJEMEN, DAN KEWIRAUSAHAAN Kegiatan Belajar 1 Bentuk Organisasi dan Kerja Sama Bisnis 1. Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi berikut ini. a. Perusahaan perseorangan. Perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi, dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya. b. Perusahaan Perkongsian. Perusahaan yang merupakan penggabungan dari beberapa orang. Ukurannya kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Salah satu dorongan penting untuk mengembangkan perkongsian adalah untuk menggabungkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pendirinya dan atau untuk melakukan usaha di bidang yang diminati bersama. c. Perusahaan Perseroan Terbatas. Perusahaan yang digolongkan kepada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu institusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akte notaris, di mana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada Perseroan Terbatas dianggap sebagai pemilik perusahaan, tetapi tidak ikut campur dalam menjalankan kegiatan usaha. d. Badan Usaha Milik Negara. Beberapa bentuk Badan Usaha Milik Negara, antara lain (1) Perusahaan Jawatan atau Perjan; (2) Perusahaan Umum atau Perum; serta (3) Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara. e. Koperasi. Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan sekadar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. f. Badan Usaha yang bukan mencari keuntungan (Non Profit Organization/Non Government Organization/Nirlaba). Terdapat juga badan-badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. Umumnya usaha seperti ini bergerak di bidang pendidikan dan rumah sakit. 2. Aspek lain dari organisasi perusahaan sebagai bentuk kerja sama bisnis, antara lain berikut ini. a. Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain. b. Joint Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan, yang sepakat untuk mendirikan suatu perusahaan baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan patungan. c. Akuisisi/pengambilalihan. Pengambilalihan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli saham perusahaan itu. Dengan memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan lain tersebut maka kita dapat menguasai perusahan tersebut. d. Employee Stock Ownership Plan. Kesepakatan di mana perusaaan menyediakan bagian dari sahamnya untuk didistribusikan kepada karyawannya. e. Privatisasi merupakan langkah sebaliknya dari nasionalisasi. Di mana pemerintah menjual perusahaan-perusahaan milik negara kepada pihak swasta. Kebalikan dari privatisasi, nasionalisasi, yaitu tindakan pemerintah suatu Negara untuk mengambil alih beberapa perusahaan milik swasta. f. Investasi Langsung merupakan tindakan membeli atau mendirikan aset yang berwujud (tangible assets) di negara lain. g. Franchising, yaitu tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk beroperasi dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang mengeluarkan franchise ini. h. Licensing, yaitu penggunaan suatu brand/merek produk yang telah terkenal dengan cara membeli hak penggunaan merek dari organisasi atau individu yang memilikinya. Kegiatan Belajar 2 Mengelola Bisnis melalui Manajemen yang Efektif 1. Langkah awal dari suatu proses manajemen adalah penetapan tujuan yang ingin dicapai dan rencana strategis untuk mencapai tujuan tersebut. 2. Penetapan tujuan bisnis dan strategi untuk mencapai tujuan akan sangat menentukan keberhasilan bisnis. Penetapan tujuan bisnis memiliki manfaat utama memberi arah dan pedoman bagi semua karyawan mengenai apa yang harus mereka lakukan. Penentuan tujuan akan membantu perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki, membantu perusahaan untuk menentukan budaya dan etos kerja di perusahaan, dan membantu manajer/ pengelola bisnis untuk memberikan performa yang lebih baik dan mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan hasil yang dicapai. 3. Umumnya tujuan dibagi menjadi tujuan jangka panjang, menengah, dan tujuan jangka pendek. 4. Untuk mengatasi ketidakpastian, perusahaan biasanya menggunakan contingency planning dan crisis management. 5. Langkah penyusunan strategi perusahaan meliputi penetapan tujuan stratejik, melakukan analisis terhadap kondisi lingkungan eksternal dan kekuatan internal perusahaan, melakukan analisis terhadap kondisi internal perusahaan, dan memadukan kondisi lingkungan dengan organisasi untuk memperoleh strategi terbaik. Proses memadukan dan mendapatkan strategi ini merupakan langkah terpenting. 6. Proses manajemen meliputi tahapan planning, organizing, directing, dan controlling. 7. Ada tiga level dasar manajer, yaitu top manager, middle manager, serta first line manager. 8. Bidang manajemen yang harus ditangani manajer meliputi antara lain manajer sumber daya manusia, manajer operasi, manajer pemasaran, manajer informasi dan teknologi/IT, manajer keuangan, dan bidang manajemen lain. Kegiatan Belajar 3 Kewirausahaan 1. Kewirausahaan, yaitu perilaku yang mencakup perilaku berinisiatif (initiative taking), perilaku mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya atau situasi praktis, serta perilaku menerima risiko atau kegagalan. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Antillon pada tahun 1755. Istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B. Say untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi. 2. Joseph C. Shumpeter mengatakan bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wirausaha melakukan suatu proses yang disebut dengan creative destruction terhadap keseimbangan pasar. Inovasi yang diciptakan oleh wirausaha akan menghancurkan keseimbangan yang terdapat pada pasar untuk kemudian mencapai keseimbangan baru dengan keuntungan-keuntungan atas inovasi tersebut. 3. Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkannya untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat, dan lingkungannya. 4. Terdapat tiga aspek dasar yang ditekankan ketika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur: melibatkan proses kreasi, pengorbanan waktu dan usaha, serta reward (hasil). 5. Terdapat sembilan karakteristik tingkah laku seorang wirausaha, antara lain sifat instrumental, prestatif, keluwesan bergaul, kerja keras, keyakinan diri, pengambilan risiko, swakendali, inovatif, serta kemandirian. 6. McClelland mengatakan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang memiliki dorongan berprestasi yang kuat. Hal ini terlihat dari tingkah laku wirausaha, di antaranya kebutuhan berprestasi, rasa tanggung jawab yang tinggi, pemilihan risiko yang moderat, adanya persepsi terhadap keyakinan sukses, menghadapkan umpan balik sebagai dorongan, energik, berorientasi masa depan, memiliki keahlian organisasi, serta orientasi uang sebagai simbol keberhasilan. 7. Steade, et.al. mengatakan bahwa terdapat 5 tingkah laku berkualitas dari wirausaha, purposeful, persuasive, persisten, persumptuous, dan perceptive. 8. Terdapat faktor-faktor khusus dalam pembentukan sifat seorang wirausaha. Faktor tersebut adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga kepada seorang anak. 9. Intrepreneur merupakan wirausaha yang ada di dalam lingkungan perusahaan. 10. Integritas merupakan persoalan krusial bagi keberhasilan pribadi dan bisnis. Banyak orang cenderung melihat faktor-faktor di luar diri mereka sebagai penyebab penyimpangan karakter. Padahal pengembangan integritas sebenarnya menjadi tugas dalam diri setiap orang. 11. Tiga hal penting mengenai integritas yang berbeda dari pandangan umum, antara lain integritas tidak ditentukan oleh lingkungan, tidak berdasarkan kedudukan, dan tidak disamakan dengan reputasi. 12. Pada umumnya wirausaha memiliki lima karakteristik, yaitu mereka sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru dengan tetap selalu waspada, mengejar peluang dengan disiplin yang ketat, hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang lain yang melelahkan diri dan organisasi mereka, fokus pada pelaksanaan khususnya yang bersifat adaptif, serta mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka. 13. Terdapat beberapa faktor yang memotivasi seseorang menjadi wirausaha, antara lain foreign refugee, corporate refugee, paternal refugee, feminist refugee, housewife refugee, society refugee, serta educational refugee. 14. Usaha kecil adalah suatu bentuk usaha yang tidak bergantung pada pemilik dan manajemennya, serta tidak mendominasi pasar di mana ia berada (Lupiyoadi, 2004). 15. Tiga aspek yang penting dalam menjelaskan kontribusi bisnis skala kecil ini bagi suatu negara, antara lain penciptaan lapangan kerja, inovasi, serta pengaruh bagi bisnis besar. 16. Bentuk-bentuk usaha kecil yang populer, antara lain jasa, retailing, grosir/distribusi, agribisnis, serta produksi atau manufaktur. 17. Beberapa alasan keberhasilan seorang wirausaha, antara lain kerja keras, kekuatan tekad, dedikasi, berhasil memenuhi permintaan pasar, juga mempunyai kemampuan manajemen. 18. Beberapa alasan gagalnya usaha kecil, antara lain kurangnya pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis, lemahnya sistem kontrol, serta kurang modal. 19. Usaha yang sedang berkembang pesat dengan pertumbuhan jumlah personel dan operasi pasarnya, perlu memformalkan perencanaannya karena beberapa hal, antara lain derajat ketidakpastian, tingkat persaingan, serta jumlah dan jenis pengalaman wirausaha (kurangnya pengalaman baik dalam teknologi maupun bisnis). 20. Terdapat 5 langkah yang harus diikuti dalam perencanaan strategis, antara lain menguji/menganalisis lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman), memformulasikan strategi perusahaan jangka panjang dan pendek (misi, tujuan, strategi, dan kebijakan), menerapkan rencana strategi (program, anggaran, prosedur), mengevaluasi kinerja strategi, melakukan follow up (menindaklanjuti) umpan balik atau feedback yang berkesinambungan. 21. Terdapat 5 faktor pendorong kegiatan manajemen strategis suatu perusahaan yang sedang berkembang, antara lain permintaan akan waktu manajemen strategis, kecepatan pengambilan keputusan, problem politis internal, ketidakpastian lingkungan, serta visi wirausaha. 22. Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab perencanaan kurang baik, antara lain keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan, kurangnya keahlian atau keterampilan, kurangnya kepercayaan dan keterbukaan, adanya persepsi bahwa perencanaan itu berbiaya tinggi sehingga cenderung menghindari perencanaan. 23. Michael E. Porter telah mencatat lima kesalahan fatal para wirausaha pada tahap pengimplementasiannya, antara lain salah memahami daya tarik suatu industri, tidak ada keunggulan kompetitif yang nyata, mengejar posisi kompetitif yang tidak terjangkau, mengompromikan strategi pertumbuhan, kegagalan dalam mengkomunikasikan strategi perusahaan secara terbuka kepada karyawannya. MODUL 3 PENGELOLAAN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS Kegiatan Belajar 1 Organisasi Bisnis 1. Organisasi merupakan sebuah entitas sosial; entitas sosial yang diarahkan oleh tujuan; entitas sosial yang dirancang (secara sengaja) untuk memiliki struktur dan sistem aktivitas yang terkoordinasi; serta entitas sosial yang terhubung dengan lingkungan eksternal atau lingkungan luar. 2. Terdapat berbagai jenis organisasi tergantung hal mendasar yang dijadikan sebagai patokan jenis-jenis organisasi tersebut, antara lain berdasarkan ukuran jumlah pegawai, berdasarkan tujuan organisasi (profit atau nirlaba), serta produk yang dihasilkan (barang dan jasa). 3. Keberadaan organisasi menjadi penting karena beberapa alasan, antara lain untuk menyatukan sumber daya demi mencapai tujuan dan memberikan hasil, memproduksi barang dan jasa secara efisien, memfasilitasi inovasi, menggunakan teknologi manufaktur dan informasi modern, beradaptasi terhadap dan mempengaruhi perubahan lingkungan, menciptakan nilai bagi pemilik, pelanggan, dan pegawai, mengakomodasi tantangan, meliputi keberagaman, etika, serta motivasi, dan koordinasi pegawai. 4. Terdapat dua jenis perspektif terhadap organisasi, yaitu sebagai sistem terbuka (open system) yang tergantung pada lingkungan, serta kerangka konfigurasi organisasi yang menjelaskan 5 bentuk dasar organisasi (manajemen puncak, manajemen menengah, pegawai pendukung teknis, pegawai pendukung administratif, serta technical core). 5. Pada dasarnya terdapat 2 dimensi yang harus diperhatikan dalam memahami organisasi dan ingin merancang struktur organisasi, yaitu dimensi struktural (formalization, work specialization, Hierarchy of Authority termasuk span of control/rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, profesionalisme, serta rasio personel juga departmentalization/departementalisasi dan chain of command/ rantai komando) dan dimensi kontekstual yang menunjukkan karakteristik organisasi secara keseluruhan (goal dan strategi perusahaan, lingkungan, ukuran, teknologi, dan budaya organisasi). Bagan khusus dari hubungan antara kegiatan usaha dan sumber daya yang ada di dalam organisasi-disertai tugas-tugas yang mereka jalankan, dinamakan struktur organisasi. Dalam menentukan struktur organisasi, terlebih dahulu kita harus menentukan sifat organisasi itu sendiri, antara lain dari sisi formalitasnya, yaitu formal ataukah informal. Pada dasarnya, terdapat 3 komponen inti dalam suatu struktur organisasi, yaitu (1) Formal reporting relationship, (2) Grouping together task, dan (3) Design of system. Komponen 1 dan 2 lebih menekankan pada pembahasan mengenai organisasi vertikal, sedangkan komponen yang ketiga lebih menekankan pada organisasi horizontal. 6. Pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu struktur umum yang terdiri dari struktur organisasi sederhana (simple structure, misalnya fungsional), birokratis (atau vertical, misalnya divisional), serta matriks. Jenis struktur kontemporer, antara lain struktur tim (team structure atau dikenal pula sebagai horizontal structure), virtual organization (modular/network), sampai hybrid (gabungan vertical dan horizontal, disebut juga boundaryless organization). Perubahan-perubahan struktur organisasi dapat berimplikasi pada semangat kerja karyawan, dapat berarti positif ataupun negatif. Hasil dari perubahan dapat membuat para pekerja kehilangan jabatan, menghilangkan rekan kerja dalam sebuah tim yang solid atau kehilangan pekerjaan. Akan tetapi, perubahan ini mempunyai harapan yang lebih baik pada perkembangan organisasi. Bagaimana manajemen dapat menjembatani persoalan ini sehingga perubahan organisasi dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan kepanikan merupakan tantangan yang perlu dihadapi setiap perusahaan. 7. Terdapat dua jenis model rancangan organisasi yang saling bertolak belakang, yaitu model mekanistik dan organik. Kedua model tersebut dijadikan dasar untuk menjawab perbedaan yang ada pada setiap struktur organisasi. Beberapa hal yang menjadi determinan perbedaan struktur organisasi antara lain perbedaan strategi (inovasi, minimisasi biaya, dan imitasi), ukuran, teknologi, serta lingkungannya (seperti yang terdapat dalam dimensi kontekstual organisasi). Kegiatan Belajar 2 Konsep dan Fungsi Manajemen SDM 1. Sumber daya manusia (SDM) adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang memberikan sumbangan pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi. 2. Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi seluruh sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya. 3. Fungsi sumber daya manusia atau bagian SDM adalah mengelola berbagai aspek dari masalah sumber daya manusia dalam perusahaan, seperti merencanakan kegiatan perekrutan dan mengusahakan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang digunakan oleh perusahaan. Bagian SDM ini pun menyusun kebijakan-kebijakan yang menyangkut peraturan tenaga kerja, kualifikasi perekrutan, pengembangan karir dan mulai pengiriman tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan-pelatihan hingga melanjutkan studi, program insentif maupun bonus bagi tenaga kerja. 4. Proses manajemen sumber daya manusia adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan mulai dari perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, penandatanganan kontrak kerja, penempatan tenaga kerja hingga pembinaan dan pengembangan tenaga kerja guna menempatkan dan tetap memelihara tenaga kerja pada posisi dan kualifikasi tertentu serta mengusahakan agar mereka bertanggung jawab sesuai dengan persyaratan yang diberikan kepada tenaga kerja tersebut. Proses manajemen SDM melibatkan kegiatan, antara lain perencanaan, perekrutan, seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan, kompensasi dan insentif, serta evaluasi kinerja tenaga kerja. 5. Saat ini, tugas penting SDM adalah mencari orang yang sesuai untuk digunakan dalam perusahaan serta memberikan ganjaran dan motivasi yang sesuai agar dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan dedikasi yang tinggi. Semua kegiatan manajemen selalu diawali dengan perencanaan, begitu pula dengan kegiatan bagian SDM. Merencanakan perekrutan dan penempatan karyawan yang sesuai merupakan strategi dalam usaha menemukan kebutuhan pekerja dalam jangka pendek dan panjang, pada sebuah organisasi. Untuk memudahkan proses perencanaan, ada beberapa langkah yang diikuti, yaitu perencanaan yang dibuat tetap mengacu pada perencanaan strategis organisasi; menentukan tugas yang akan diemban oleh tenaga kerja melalui Analisis pekerjaan (job analysis), deskripsi pekerja (job description), serta spesifikasi pekerjaan (job specification); menganalisis ketersediaan sumber daya manusia dalam kebutuhan jangka panjang; melakukan tindakan penyesuaian; serta evaluasi dan modifikasi tindakan. 6. Secara ringkas proses mendapatkan SDM sesuai dengan kebutuhan perusahaan harus melalui 3 tahapan, yaitu rekrutmen, pelatihan atau perkuliahan dan penilaian kinerja. Rekrutmen adalah proses menarik orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran atas pekerjaan yang belum terisi, terbagi atas rekrutmen internal dan eksternal. 7. Setelah melakukan rekrutmen, perusahaan perlu memberikan pelatihan dan pengembangan agar organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif. Terdapat beberapa teknik pelatihan, antara lain orientasi karyawan baru, program atas dasar pekerjaan (on the job training), program secara perkuliahan (classroom training),video teleconferencing, video interaktif, serta pelatihan berdasarkan kelompok. 8. Penilaian kinerja pegawai dalam menjalankan tugas merupakan evaluasi yang dilakukan secara spesifik dan formal untuk menentukan tingkat keefektifan pelaksanaan pekerjaan seorang karyawan terdapat beberapa metode pengukuran kinerja, antara lain Written Essays, merupakan metode yang paling sederhana dalam mengevaluasi kinerja pegawai. Dibuat dalam bentuk narasi mengenai kekuatan, kelemahan pegawai, kinerja masa lalu, kinerja potensial, serta saran perbaikan bagi pegawai. Metode Pengurutan (Rangking) yang mengurutkan dari atas ke bawah atau yang terbaik ke yang terburuk atas setiap pekerja atau kelompok kerja atau divisi tertentu; Metode Peringkatan, yang terdiri dari pertanyaan atau pertanyaan sederhana mengenai beberapa aspek kinerja pekerjaan seseorang. Metode yang populer adalah skala pemeringkat grafis yang mudah untuk dikembangkan, Critical Incident Method/Metode Kejadian Kritis yang merupakan contoh yang sangat baik atau sangat buruk dalam diri karyawan, dalam hal ini Manajer berusaha menjabarkan apa yang para pekerja tersebut lakukan atau tidak sehingga berakibat pada keberhasilan atau kegagalan. Teknik ini memberikan informasi umpan balik dan menentukan kinerja dengan cara yang cukup adil. 360-Degree Evaluations merupakan pendekatan terbaru yang menyediakan umpan balik dari mereka yang sehari-harinya berhubungan dengan pegawai, baik internal customer, seperti manajemen puncak, manajer, bawahan, rekan kerja atau anggota tim, serta perwakilan departemen lain, serta external customer, seperti supplier dan klien. 9. Kompensasi untuk para pekerja. Upah, gaji dan semua fasilitas lainnya yang merupakan ganjaran atau pembayaran kepada para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dikatakan sebagai kompensasi. Pada dasarnya kompensasi terdiri dari 2 jenis, yaitu financial dan nonfinansial. Kompensasi finansial terdiri dari pembayaran langsung atau insentif (bonus, bagi hasil atau pembayaran jasa bagi nonmanajemen) serta pembayaran tak langsung berupa tunjangan tambahan, yang umumnya dibayarkan kepada para pekerja berupa bantuan dana pensiun, asuransi dan liburan. Sementara itu, kompensasi nonfinansial, meliputi situasi kerja di mana para pekerja menemukan kepuasan kerja dan motivasi kerja, terdiri dari beberapa bentuk, antara lain memberikan fasilitas kendaraan dan perumahan, biaya dokter, pemberian pinjaman dengan bunga rendah untuk mencicil rumah/motor/mobil, cuti yang dibayar perusahaan, cuti sakit tanpa dipotong gaji, bebas makan siang di kantor, mengikuti kursus-kursus. MODUL 4 MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Kegiatan Belajar 1 Motivasi dan Kepemimpinan 1. Motivasi merupakan kekuatan psikologis yang menentukan arah, intensitas atau tingkat usaha dan tingkat ketekunan seorang individu (pegawai) dalam mencapai tujuannya sehingga melahirkan perilaku tertentu. 2. Pada umumnya motivasi dapat dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu motivasi ekstrinsik, seperti motivasi yang datang dari luar diri para pekerja, dapat berupa imbalan ataupun hukuman (reward and punishment), sedangkan motivasi intrinsik, seperti motivasi yang datang dari dalam diri pekerja. 3. Terdapat beberapa teori, antara lain teori motivasi klasik (Frederick Taylor) yang menitikberatkan pada anggapan bahwa hanya uang yang bisa memotivasi karyawan; serta teori perilaku (Hawthorne), yang menyatakan bahwa kecenderungan meningkatnya produktivitas adalah ketika karyawan merasa yakin bahwa mereka akan menerima perhatian khusus dari manajemen (atasan). 4. Teori hierarki kebutuhan (Maslow). Teori ini menggambarkan adanya 5 tingkatan kebutuhan manusia yang mendorong seseorang untuk bertindak tertentu. Teori ini juga menyatakan bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang berusaha untuk mencapai kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi. Adapun jenis-jenis kebutuhan tersebut menurut Maslow terdiri dari physiological needs, safety needs, belongingness needs, esteem needs, serta self actualization needs. 5. Teori X dan Y (Douglas McGregor). McGregor menyatakan bahwa terdapat dua kepercayaan/keyakinan (cara pandang) manajer yang sangat berbeda (bertolak belakang) tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya manusia untuk perusahaan. Teori X adalah teori motivasi yang beranggapan bahwa pada dasarnya manusia adalah tidak bertanggung jawab dan tidak dapat bekerja sama, sedangkan Teori Y menyatakan sebaliknya, teori ini menganggap bahwa pada dasarnya manusia bertanggung jawab, berorientasi pada pertumbuhan, dapat memotivasi diri (self-motivated), dan terdorong untuk produktif. 6. Teori Two-Factor (Hezberg). Teori ini mengemukakan bahwa kepuasan kerja tergantung pada 2 faktor, yaitu faktor motivasi (penghargaan kerja) yang bersifat intrinsik dan faktor hygiene (kondisi kerja)yang bersifat ekstrinsik. Dengan memenuhi faktor ekstrinsik maka kondisi dissatisfaction dapat diobati menjadi kondisi no dissatisfaction, tetapi tidak berarti memotivasi karyawan. 7. Clayton Alderfer memodifikasi teori Maslow untuk memudahkan penelitian empiris. Revisi teori hierarki kebutuhan yang dilakukannya disebut sebagai ERG Theory, yang menggambar tiga jenis kebutuhan manusia yang menjadi sumber motivasi, yaitu Existence Needs, Relatedness Needs, serta Growth Needs. Kontras dengan Maslow, Teori ERG menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki lebih dari satu level kebutuhan secara bersamaan dan apabila kebutuhan yang levelnya lebih tinggi sulit dipenuhi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan yang levelnya lebih rendah akan meningkat. 8. McClelland&#8217;s Achievement Motivation Theory atau teori motivasi prestasi oleh David McClelland, yang menyatakan bahwa karyawan memiliki cadangan energi potensial, bagaimana energi itu dilepaskan dan digunakan tergantung pada kekuatan dorongan motivasi dan situasi dan peluang yang tersedia. Energi ini akan dimanfaatkan oleh karyawan karena didorong oleh (a) kekuatan motif dan kekuatan dasar yang terlibat; (b) harapan keberhasilannya; dan (c) nilai intensif yang melekat pada tujuan. 9. Equity theory, menyatakan bahwa seseorang akan mengevaluasi yang mereka lakukan dan peroleh pada perusahaan tempat bekerja dengan membandingkan perlakuan di tempat lain. 10. Goal setting theory menggunakan pendekatan kognitif yang menyatakan bahwa penetapan goal (tujuan) secara spesifik yang memberikan tantangan dan disertai dengan respons balik terhadap setiap usaha pencapaian tujuan akan lebih memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja. 11. Terdapat beberapa strategi peningkatan kepuasan dan motivasi kerja karyawan, antara lain dengan Teori Penguatan/Modifikasi Perilaku (Reinforcement/Behavior Modification Theory) menyatakan bahwa perilaku dapat dikembangkan atau tidak melalui pemberian imbalan atau penerapan hukuman; manajemen partisipatif dan pemberian wewenang (Empowerment), yaitu karyawan diberi kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat tentang bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan dan bagaimana pengelolaan dari perusahaan. Management by Objective (MBO), yaitu sebuah sistem kolaborasi dalam penetapan tujuan yang mencakup semua bagian organisasi baik dari level atas hingga level bawah, merupakan teknik untuk mengelola proses perencanaan yang berfokus dalam membantu manajer mengimplementasikan dan melaksanakan rencana mereka. Manajemen partisipasif dan pemberian wewenang dapat dicapai melalui (a) Team Management, yaitu karyawan diberi tanggung jawab dalam mengambil Keputusan pada aktivitas tertentu, seperti kapan waktu istirahat makan siang atau bagaimana cara membagi tugas antar-rekan kerja. Pada level yang lebih tinggi, karyawan juga dikonsultasikan dalam beberapa Keputusan seperti penjadwalan produksi, prosedur dan jadwal kerja, dan pengangkatan karyawan baru; (b) pengayaan pekerjaan (Job Enrichment atau job redesign) yang dirancang untuk menambah satu atau lebih faktor motivasi terhadap aktivitas kerja atau pendesainan ulang pekerjaan yaitu dengan mengombinasikan tugas, membentuk kelompok kerja, serta membangun hubungan dengan klien; serta memodifikasi jadwal kerja. 12. Kepemimpinan adalah suatu proses memotivasi pihak lain untuk bekerja sesuai tujuan tertentu. Hal ini menyangkut kemampuan dalam mempengaruhi perilaku orang lain untuk bertindak sesuai yang diharapkan. 13. Teori awal tentang kepemimpinan mencoba mengidentifikasi karakter khusus yang dilekatkan pada seorang pemimpin, misalnya penampilan fisik, kecerdasan, dan kemampuan bicara di depan umum. 14. Pendekatan selanjutnya melalui gaya manajerial (managerial style) merupakan pola perilaku yang dilakukan manajer dalam berhubungan dengan bawahan, yang diklasifikasikan menjadi Gaya Otokratis, Demokratis, dan Free-rein. 15. Ada pula pendekatan kontinjensi kepemimpinan (the contigency approach) manajer cenderung meyakini bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan mengikuti cara sebelumnya, artinya penyelesaian masalah dapat diperkirakan penyelesaiannya 16. Perubahan yang terjadi pada abad XXI semakin cepat dan mencakup berbagai aspek dari kehidupan umat manusia. Salah satu aspek yang mengalami perubahan besar adalah pola motivasi kerja dan pola kepemimpinan. Kegiatan Belajar 2 Hubungan Industrial 1. Hubungan Industrial atau Ketenagakerjaan mencakup semua aspek hubungan antara pekerja dengan pemberi kerja dalam lingkungan kerja. Fokus dari hubungan industrial adalah untuk menciptakan hubungan efektif antara seorang pekerja dengan pekerja lainnya dan antara kelompok pekerja dengan pengusaha. 2. Secara sederhana Hubungan Industrial dapat diartikan sebagai suatu corak atau sistem pergaulan atau sikap dan perilaku yang terbentuk di antara pelaku proses produksi barang dan jasa, yaitu pekerja, pengusaha, pemerintah.</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<p>sumber :www.ut.ac.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=39&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/29/ekma4111-pengantar-bisnis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat Alumni UT : Tabitha Sri Hartini, S.Si., M.M.</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/27/sahabat-alumni-ut-tabitha-sri-hartini-s-si-m-m/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/27/sahabat-alumni-ut-tabitha-sri-hartini-s-si-m-m/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 02:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/2010/01/27/sahabat-alumni-ut-tabitha-sri-hartini-s-si-m-m/</guid>
		<description><![CDATA[Tabitha Sri Hartini, S.Si., M.M. Pencipta Permainan Donatur Bagi seorang guru, merupakan suatu kebahagiaan tersendiri apabila peserta didik dapat memahami dengan jelas mata pelajaran yang diajarkannya. Terlebih lagi pelajaran matematika yang seringkali dianggap pelajaran serius oleh sebagian peserta didik, merupakan suatu tantangan bagi guru untuk membuat pelajaran matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan. Berawal dari rendahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=38&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Tabitha Sri Hartini, S.Si., M.M.</strong></em></p>
<p><em><strong>Pencipta Permainan Donatur</strong></em></p>
<p>Bagi seorang guru, merupakan suatu kebahagiaan tersendiri apabila peserta didik dapat memahami dengan jelas mata pelajaran yang diajarkannya. Terlebih lagi pelajaran matematika yang seringkali dianggap pelajaran serius oleh sebagian peserta didik, merupakan suatu tantangan bagi guru untuk membuat pelajaran matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan.</p>
<p>Berawal dari rendahnya minat peserta didik terhadap matematika dan kurang aktifnya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah tempatnya mengajar, <em><strong>Tabitha Sri Hartini, S.Si., M.M.,</strong></em> guru SMP Negeri 58 Jakarta dan alumni Program Diploma II Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), serta alumni Strata Satu (S1) Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UT, telah mengangkat <em>”Model Pembelajaran Kelompok  Melalui </em><strong><em>Permainan</em></strong><em> </em><strong><em>Donatur </em></strong><em>untuk Meningkatkan Mutu Matematika pada Operasi Bilangan Pecahan Desimal di SMPN 58 Jakarta”, </em>sebagai karya tulisnya. Pada 2007, hasil karyanya ini telah mengantarkannya menjadi Juara I Lomba Mengajar Versi Alat Peraga Tingkat Provinsi DKI Jakarta, yang  diselenggarakan Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta.<br />
Menurut <em>Tabitha Sri Hartini</em>, selama ini operasi hitung bilangan pecahan biasa mudah dikonkritkan dan sudah banyak diulas oleh para pendidik, sedangkan bilangan pecahan desimal belum banyak kreativitas yang ditampilkan oleh pendidik-pendidik lain. Melalui <strong>Permainan </strong><em><strong>Donatur (Domino dan Papan Catur</strong>)</em>, wanita kelahiran Banyumas,      5 Oktober 1956 ini, mencoba memberikan <em>model permainan </em>menjadi salah satu alternatif model pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi peserta didik, tanpa meninggalkan keseriusan dan dapat mencapai tujuan. Melalui permainan <em>Donatur</em>, Ibu Guru matematika ini telah menemukan solusi agar peserta didik dapat  belajar matematika dengan nyaman dan menyenangkan.<br />
Disamping memperoleh Juara I Lomba Mengajar Versi Alat Peraga Tingkat Provinsi DKI Jakarta, berbagai prestasi telah banyak diraih wanita aktif ini, antara lain Juara II Uji Kompetensi Matematika Tingkat Kecamatan pada 1999, Juara III Diklat TOT Matematika Tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 2003, Juara IV Lomba/Workshop Inovasi Mengajar Tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 2006, dan  Juara I Diklat Tim Pengembang Kurikulum (Guru Matematika) Tingkat Kotif pada 2009. Sementara itu untuk Guru Berprestasi Tingkat Kodya Jakarta Selatan, ibu dua putra dan satu putri ini, telah meraih Juara VII pada 2005, Juara III pada 2006, dan Juara IV pada 2007. Anak ketiga dari delapan bersaudara keluarga Bapak Suyono dan Ibu Partiyem ini, pada 2009 berhasil pula meraih Juara I Guru Berprestasi Tingkat Kotif, dan Juara Harapan I Guru Berprestasi Tingkat Provinsi DKI Jakarta.<br />
Selain telah menyelesaikan kuliah D-II Pendidikan Matematika FKIP UT pada 1989, dan S1 Matematika FMIPA UT pada 2000,  wanita  yang gemar membaca ini  juga telah menamatkan Program Pasca Sarjana (S2) Ekonomi/Manajemen SDM pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (LPMI) pada 2002, dan saat ini (2009) ia sedang menempuh Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta. Sebagai alumni UT, ia juga aktif tercatat sebagai Pengurus Ikatan Alumni (IKA) UT pada Seksi Pendidikan untuk masa bakti 2006 hingga 2008, dan sebagai Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk masa bakti 2008 hingga 2013. Guru Berprestasi ini  berharap UT kelak dapat meningkatkan kualitas alumninya melalui pelatihan menjadi Tutor untuk membantu percepatan penyelesaian studi mahasiswa UT, dan juga dapat meningkatkan peran serta alumni untuk memberi kontribusi kepada mahasiswa, khususnya para guru melalui tutorial. Selain itu ia berharap UT dapat memperluas kerja sama dengan instansi lain untuk penyediaan tenaga kerja lulusan UT yang berkualitas.<br />
Oleh:  Arryta Canty, S.E. (Humas UT)</p>
<p> Sumber : www.ut.ac.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=38&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/27/sahabat-alumni-ut-tabitha-sri-hartini-s-si-m-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal TAP Manajemen 2007.1</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/04/soal-tap-manajemen-2007-1/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/04/soal-tap-manajemen-2007-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 09:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[NASKAH UJIAN  TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500) PROGRAM STUDI MANAJEMEN MASA UJIAN 2007.1 Kode Naskah     ; Tgl Ujian : Sabtu, 19-05-07  Sifat Ujian : Open Book Boleh Menggunakan Kalkulator Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui. Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang ! PT. KARYA MAKMUR PT. Karya Makmur adalah sebuah perusahaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=28&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://utalumni.files.wordpress.com/2010/01/loto-ut-new.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-30" title="Loto UT New" src="http://utalumni.files.wordpress.com/2010/01/loto-ut-new.jpg?w=127&#038;h=150" alt="" width="127" height="150" /></a>NASKAH UJIAN  TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500)</p>
<p><strong>PROGRAM STUDI MANAJEMEN </strong><strong>MASA UJIAN 2007.1</strong></p>
<p><strong>Kode Naskah     ; Tgl Ujian : Sabtu, </strong><strong>19-05-07</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Sifat Ujian : Open Book</strong></p>
<p><strong>Boleh Menggunakan Kalkulator</strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui. </strong><strong>Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang !</strong></p>
<p><strong>PT. KARYA MAKMUR</strong></p>
<p>PT. Karya Makmur adalah sebuah perusahaan sabun yang didirikan pada tahun 1958 di kota Surakarta oleh dua bersaudara yaitu Liem dan Han. Pada awal tahun berdirinya perusahaan ini menghasilkan sabun cuci bening dengan harapan dapat menarik minat ibu-ibu rumah tangga untuk mencoba menggunakan produk ini. Ternyata, harapan tidak sesuai dengan kenyataan karena tidak banyak ibu rumah tangga yang tertarik menggunakan sabun cuci bening. Oleh karena itu PT. Karya Makmur menghentikan produksi sabun cuci bening dan beralih ke sabun cuci batangan.</p>
<p>Pada awal produksi hingga berjalan sekitar 4 tahun, permintaan produk sabun batangan PT. Karya Makmur terus meningkat, tetapi setelah memasuki tahun kelima permintaan sabun batangan mulai merosot dan puncaknya pada tahun ini tingkat permintaan sabun batangan tinggal 30% sehingga manajemen mempertimbangkan untuk beralih ke jenis produk sabun lain yang pada saat ini masih digemari oleh para ibu rumah tanggal, yaitu sabun krim dan sabun bubuk. Namun mengingat terbatasnya sumber daya dan pangsa pasar sabun krim dan sabun bubuk, perusahaan terpaksa harus menentukan prioritas produk yang akan diproduksi untuk dilempar ke pasar. Untuk itu, perusahaan melakukan prosedur penyaringan ide, terutama ditujukan untuk membuang ide produk baru yang tidak selaras dengan tujuan dan/atau sumber dari perusahaan.</p>
<p>Kegiatan penyaringan ide sebagai salah satu tahapan penting dalam daur pengembangan produk baru tersebut dilakukan dalam tahap dua. PERTAMA, membuat suatu pendapat secara cepat untuk melihat apakah akan membuat produk baru sesuai dengan rencana perusahaan, keahlian teknis yang dimililki dan kemampuan financial perusahaan. KEDUA, menentukan urutan ide secara lebih terinci berdasarkan pada faktor-faktor  yang berkaitan dengan pengembangan produk dan memberikan penilaian secara kualitatif terhadap factor-faktor tersebut. Hasil penilaian secara kualitatif dan bobot masing-masing factor untuk masing-masing sabun krim dan sabun bubuk dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.</p>
<p>Tabel 1 : Penilaian Produk Sabun Krim dengan Metode Nilai Faktor Tertimbang :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="643">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="283" valign="top"> FAKTOR</td>
<td rowspan="2" width="60" valign="top"> BOBOT</td>
<td colspan="5" width="300" valign="top">NILAI FAKTOR</td>
</tr>
<tr>
<td width="60" valign="top">Sangat Baik( 5 )</td>
<td width="60" valign="top">Baik( 4 )</td>
<td width="60" valign="top">Sedang( 3 )</td>
<td width="60" valign="top">Jelek( 2 )</td>
<td width="60" valign="top">SangatJelek</p>
<p>( 1 )</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap saluran distribusiyang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.08</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap produk yang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.08</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap kualitas / harga</td>
<td width="60" valign="top">0.07</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Kemampuan diperdagangkan</td>
<td width="60" valign="top">0.12</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Pengaruhnya terhadap penjualan produkyang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.05</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Luas Pasar</td>
<td width="60" valign="top">0.15</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Daya tahan terhadap perubahan siklis</td>
<td width="60" valign="top">0.14</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Keperluan peralatan</td>
<td width="60" valign="top">0.08</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Keperluan SDM dan pengetahuanproduksi</td>
<td width="60" valign="top">0.08</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Penyediaan Bahan Baku</td>
<td width="60" valign="top">0.01</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Pertumbuhan jumlah pemakai</td>
<td width="60" valign="top">0.05</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tabel 2 : Penilaian Produk Sabun Bubuk dengan Metode Nilai Faktor Tertimbang :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="643">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="283" valign="top"> FAKTOR</td>
<td rowspan="2" width="60" valign="top"> BOBOT</td>
<td colspan="5" width="300" valign="top">NILAI FAKTOR</td>
</tr>
<tr>
<td width="60" valign="top">Sangat Baik( 5 )</td>
<td width="60" valign="top">Baik( 4 )</td>
<td width="60" valign="top">Sedang( 3 )</td>
<td width="60" valign="top">Jelek( 2 )</td>
<td width="60" valign="top">SangatJelek</p>
<p>( 1 )</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap saluran distribusiyang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.08</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap produk yang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.09</td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Hubungan terhadap kualitas / harga</td>
<td width="60" valign="top">0.1</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Kemampuan diperdagangkan</td>
<td width="60" valign="top">0.1</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Pengaruhnya terhadap penjualan produkyang ada</td>
<td width="60" valign="top">0.06</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Luas Pasar</td>
<td width="60" valign="top">0.15</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">   </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Daya tahan terhadap perubahan siklis</td>
<td width="60" valign="top">0.1</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Keperluan peralatan</td>
<td width="60" valign="top">0.07</td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Keperluan SDM dan pengetahuanproduksi</td>
<td width="60" valign="top">0.07</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Penyediaan Bahan Baku</td>
<td width="60" valign="top">0.13</td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Pertumbuhan jumlah pemakai</td>
<td width="60" valign="top">0.05</td>
<td width="60" valign="top">    v</td>
<td width="60" valign="top">   </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
<td width="60" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dalam mengkaji kemungkinan pengembangan produk baru ini perusahaan juga melakukan analisis biaya untuk mengetahui potensi financial dari rencana pengembangan produk sabun krim dan sabun bubuk. Untuk itu perusahaan membuat penghitungan perkiraan biaya, harga jual, dan penjualan untuk kedua produk tersebut yang dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4.</p>
<p>Tabel 3 : Perkiraan Biaya, Harga Jual, dan Penjualan SABUM KRIM:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="67" valign="top">Tahun</td>
<td width="132" valign="top">Harga per unit(Rp.)</td>
<td width="132" valign="top">Biaya Variabel perUnit (Rp.)</td>
<td width="141" valign="top">Kuantitas Penjualan(Unit)</td>
<td width="118" valign="top">Net Cash InflowPertahun (Rp.)</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">1</td>
<td width="132" valign="top">1700</td>
<td width="132" valign="top">986</td>
<td width="141" valign="top">91.000</td>
<td width="118" valign="top">64.974.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">2</td>
<td width="132" valign="top">1750</td>
<td width="132" valign="top">1050</td>
<td width="141" valign="top">88.000</td>
<td width="118" valign="top">61.600.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">3</td>
<td width="132" valign="top">1850</td>
<td width="132" valign="top">1075</td>
<td width="141" valign="top">89.000</td>
<td width="118" valign="top">68.975.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">4</td>
<td width="132" valign="top">1900</td>
<td width="132" valign="top">1100</td>
<td width="141" valign="top">88.000</td>
<td width="118" valign="top">70.400.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">5</td>
<td width="132" valign="top">1950</td>
<td width="132" valign="top">1150</td>
<td width="141" valign="top">90.000</td>
<td width="118" valign="top">72.000.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Tabel 4 : Perkiraan Biaya, Harga Jual, dan Penjualan SABUM BUBUK:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="67" valign="top">Tahun</td>
<td width="132" valign="top">Harga per unit(Rp.)</td>
<td width="132" valign="top">Biaya Variabel perUnit (Rp.)</td>
<td width="141" valign="top">Kuantitas Penjualan(Unit)</td>
<td width="118" valign="top">Net Cash InflowPertahun (Rp.)</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">1</td>
<td width="132" valign="top">2100</td>
<td width="132" valign="top">1260</td>
<td width="141" valign="top">74.000</td>
<td width="118" valign="top">62.160.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">2</td>
<td width="132" valign="top">2300</td>
<td width="132" valign="top">1350</td>
<td width="141" valign="top">71.000</td>
<td width="118" valign="top">67.450.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">3</td>
<td width="132" valign="top">2350</td>
<td width="132" valign="top">1400</td>
<td width="141" valign="top">67.000</td>
<td width="118" valign="top">63.650.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">4</td>
<td width="132" valign="top">2800</td>
<td width="132" valign="top">1650</td>
<td width="141" valign="top">65.000</td>
<td width="118" valign="top">74.750.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">5</td>
<td width="132" valign="top">3000</td>
<td width="132" valign="top">1800</td>
<td width="141" valign="top">58.000</td>
<td width="118" valign="top">69.600.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Untuk menghadapi kemungkinan memproduksi sabun krim dan sabun bubuk diperkirakan perusahaan perlu menambah karyawan. Dalam merekrut karyawan baru perusahaan biasanya menggunakan RECRUITING YIELD PYRAMID untuk menghitung jumlah pelamar yang harus dihasilkan perusahaan. Dari pengalaman yang lalu diperoleh data sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Rasia antara penawaran dengan karyawan (baru) yang benar-benar diangkat adalah 3 : 1.</li>
<li>Rasio antara calon karyawan yang diwawancara dengan penawaran yang diberikan perusahaan adalah 3 : 2</li>
<li>Rasio antara calon karyawan yang diundang untuk wawancara dengan calon yang senyatanya diwawancara adalah 4 : 3.</li>
<li>Rasio antara calon karyawan yang pertama kali kontak dengan perusahaan dengan yang benar-benar diundang adalah 5 : 1.</li>
</ol>
<p>PERTANYAAN :</p>
<p>Dari data diatas Saudara diminta untuk :</p>
<ol>
<li>Menghitung nilai indeks produk baru (sabun krim dan sabun bubuk) melalui metode nilai factor tertimbang serta menentukan produk mana yang menjadi prioritas perusahaan untuk diproduksi. (Nilai 25%).</li>
<li>Menghitung tingkat PAYBACK PERIOD untuk masing-masing produk sabum krim dan sabun bubuk jika diketahui besarnya investasi untuk memproduksi sabun krim sebesar Rp. 150.000.000,00 sedangkan untuk sabun bubuk sebesar Rp. 200.000.000,00. (Nilai 25%).</li>
<li>Menghitung besarnya produksi lima tahun mendatang untuk sabun krim dan sabun bubuk (Perusahaan menetapkan untuk sabun krim : persediaan awal sebesar 20.000 unit dan persediaan akhir sebesar 30.000 unit. Sabun Bubuk : persediaan awal sebesar 15.000 unit dan persediaan akhir sebesar 25.000 unit ). (Nilai 25%).</li>
<li>Menentukan besarnya pengontak awal (dengan menggunakan recruiting yield pyramid) yang harus dihasilkan oleh perusahaan jika perusahaan menetapkan jumlah karyawan yang akan diangkat sebanyak 30 orang. (Nilai 25%).</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"> <strong>Selamat Mengerjakan !!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=28&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2010/01/04/soal-tap-manajemen-2007-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://utalumni.files.wordpress.com/2010/01/loto-ut-new.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">Loto UT New</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKMA4115 Pengantar Akuntansi</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4115-pengantar-akuntansi/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4115-pengantar-akuntansi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 09:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Mata Kuliah : EKMA4115 Pengantar Akuntansi Sugiarto Harga Rp. 72.500,- (disertai multimedia) 4 SKS &#8211; Modul 1-12 / Edisi 1 ISBN : 9796890577 DDC22 : 657 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2002 Mata kuliah Pengantar Akuntansi mencakup prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi, proses akuntansi, siklus akuntansi yaitu mulai dari proses pencatatan (jurnal), pembukaan (posting), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=24&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi Mata Kuliah :</p>
<p><strong><a href="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4115.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-25" title="EKMA4115" src="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4115.jpg?w=110&#038;h=150" alt="" width="110" height="150" /></a>EKMA4115 Pengantar Akuntansi</strong></p>
<p><strong>Sugiarto</strong><strong><br />
Harga Rp. 72.500,- (disertai multimedia)</strong></p>
<p>4 SKS &#8211; Modul 1-12 / Edisi 1<br />
ISBN : 9796890577<br />
DDC22 : 657<br />
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2002</p>
<p>Mata kuliah Pengantar Akuntansi mencakup prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi, proses akuntansi, siklus akuntansi yaitu mulai dari proses pencatatan (jurnal), pembukaan (posting), neraca lajur, serta penyusunan laporan keuangan pada suatu unit usaha/perusahaan. Mata kuliah ini membahas juga tentang akuntansi perusahaan dagang, persekutuan, perseroan, investasi jangka panjang, utang jangka panjang, sistem akuntansi akuntansi biaya pesanan serta pengendalian internnya.</p>
<p>pembelian online:<br />
<a href="http://ebook.ut.ac.id/product_info.php?cPath=21_33&amp;products_id=146" target="_blank">http://ebook.ut.ac.id/product_info.php?cPath=21_33&amp;products_id=146</a></p>
<hr size="2" /> </p>
<p><strong>Tinjauan Mata Kuliah</strong></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sebagai pekerja pada suatu instansi pemerintah maupun swasta, seseorang akan selalu menggunakan akuntansi dalam berbagai bentuk. Misalnya dalam kehidupan pribadi, pada saat Anda harus menentukan untuk sekolah atau tidak maka Anda akan mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan dengan hasil yang akan diperoleh setelah lulus sekolah nantinya. Atau dalam kehidupan Anda sebagai manajer perusahaan yang dihadapkan pada keputusan apakah perusahaan yang Anda pimpin akan membeli sebuah mobil baru. Di sini informasi akuntansi mengenai perusahaan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan Anda apakah akan membeli mobil baru tersebut.</p>
<p>Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang dapat membantu pengambilan keputusan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perusahaan. Setelah mempelajari Buku Materi Pokok (BMP) Pengantar Akuntansi, Anda diharapkan akan mampu menyusun laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.</p>
<p><strong>Rangkuman Mata Kuliah</strong></p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 1<br />
</strong><strong>RUANG LINGKUP AKUNTANSI</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Prinsip-prinsip dan Praktik-praktik Akuntansi</strong></p>
<p>Akuntansi dapat diartikan sebagai &#8220;bahasa bisnis&#8221; karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.</p>
<p>Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan antara lain Penanam Modal, membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan perusahaan, Kreditur dan supplier perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja.</p>
<p>Akuntansi juga mengenal adanya spesialisasi seperti halnya dengan ilmu sosial lainnya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi: Akuntansi Keuangan, Auditing, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran, Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi sosial.</p>
<p>Peranan Akuntansi dalam kegiatan perusahaan dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan alat evaluasi hasil kegiatan. Akuntansi sebagai alat perencanaan dapat terlihat apabila manajemen ingin mengetahui berapa jumlah uang yang harus dibayar, kapan jatuh temponya dan kepada siapa harus dibayar ini semuanya dapat diketahui dari catatan akuntansi. Sedangkan akuntansi sebagai alat evaluasi hasil kegiatan dapat terlihat apabila manajemen ingin membandingkan antara pelaksanaan sesungguhnya dengan tujuan yang direncanakan.</p>
<p>Setiap kejadian atau peristiwa mengakibatkan adanya perubahan terhadap posisi keuangan dari suatu organisasi disebut dengan transaksi. Dalam perusahaan transaksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu transaksi intern dan transaksi ekstern.</p>
<p>Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva sedangkan hak atau sumber dari mana aktiva tersebut berasal disebut ekuitas (hak milik). Hubungan antara aktiva dan hak milik ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:</p>
<p>Aktiva = Ekuitas</p>
<p>Ekuitas dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu hak milik dari kreditur (disebut dengan utang) dan hak milik dari pemilik perusahaan (disebut dengan modal atau ekuitas) dengan demikian persamaan di atas dapat diperluas menjadi:</p>
<p>Aktiva = Utang + Ekuitas</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Laporan Akuntansi</strong></p>
<p>Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan perubahan arus kas. Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.</p>
<p>Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan.</p>
<p>Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.</p>
<p>Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2). Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 2<br />
</strong><strong>SIKLUS AKUNTANSI</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Pencatatan Transaksi</strong></p>
<p>Pengaruh transaksi terhadap suatu perusahaan di dalam akuntansi dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan akuntansi sebagai berikut:</p>
<p>Aktiva = Utang + Ekuitas atau A = U + E</p>
<p>Ekuitas (modal) perusahaan dapat berubah apabila perusahaan memperoleh Pendapatan (P) atau adanya setoran modal, dan perusahaan menyerap Beban (B) atau adanya pengambilan modal (prive).</p>
<p>Meskipun setiap transaksi dapat dicatat dengan persamaan akuntansi seperti di atas, namun bentuk pencatatan tersebut kurang praktis digunakan, karena transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya yang jumlahnya dapat mencapai ratusan.</p>
<p>Agar informasi harian dapat tersedia, pada saat dibutuhkan, dan laporan keuangan dapat disusun setiap saat, maka perlu dibuat catatan yang terpisah untuk setiap pos. Catatan tersebut dalam akuntansi disebut dengan rekening (akun). Sedangkan kelompok rekening yang berkaitan dan merupakan satu unit disebut buku besar (ledger).</p>
<p>Akun adalah catatan formal akuntansi yang digunakan untuk mengikhtisarkan transaksi yang terjadi selama periode akuntansi dan bentuk akun ini dapat bermacam-macam. Bentuk paling sederhana suatu akun terdiri atas tiga bagian: (1) Judul, yang menunjukkan nama dari pos yang dicatat, (2) ruang (tempat) untuk mencatat penambahan jumlah dari pos tersebut dalam unit rupiah (uang) dan (3) ruang untuk mencatat pengurangan jumlah dari pos tersebut. Bentuk rekening tersebut sering disebut akun dua kolom atau akun T.</p>
<p>Pada akhir periode seluruh akun dijumlahkan dan dihitung saldonya. Akun-akun ini merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Akun-akun pendapatan dan beban dipakai untuk menyusun laporan laba rugi, akun aktiva, utang dan ekuitas dipakai untuk menyusun neraca, akun ekuitas dan prive dipakai untuk menyusun laporan perubahan modal dan akun kas dipakai untuk menyusun arus kas.</p>
<p>Cara pencatatan langsung ke dalam akun sulit dilakukan dalam praktik, karena jumlah akun cukup banyak dan terjadi kesalahan sulit untuk melacak kesalahan tersebut, maka untuk pencatatan transaksi sebelum dilakukan pencatatan ke dalam akun, terlebih dahulu dicatat dalam buku jurnal. Buku jurnal yaitu buku yang digunakan untuk mencatat kejadian keuangan (transaksi) yang dilakukan secara urut waktu dan pencatatan dalam buku jurnal ini juga sejalan dengan persamaan akuntansi, dalam arti setiap transaksi akan didebet dan dikredit dalam jumlah yang sama. Bentuk buku jurnal ini yang banyak dikenal adalah bentuk dua kolom.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Jurnal Penyesuaian</strong></p>
<p>Daftar saldo pada akhir periode akuntansi, sering kali tidak mencerminkan saldo yang sesungguhnya pada saat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang setiap saat berjalan terus, di mana perusahaan tidak praktis (tidak sengaja) untuk mencetaknya. Agar akun-akun dalam daftar saldo dapat langsung disajikan sebagai laporan keuangan, maka akun-akun tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu.</p>
<p>Transaksi-transaksi kontinu yang biasanya selalu memerlukan penyesuaian setiap akhir periode akuntansi dapat diikhtisarkan sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Pembagian harga perolehan dari persekot biaya, seperti bahan habis pakai, persekot sewa, dan persekot biaya yang lain, penyesuaian dalam hal ini dilakukan untuk mengalokasikan beberapa bagian persekot biaya yang sudah menjadi biaya-biaya dan beberapa bagian yang masih merupakan persekot.</li>
<li>Pembagian pendapatan yang diterima di muka seperti: uang muka pendapatan sewa, uang muka penjualan dan uang muka pendapatan yang lain. Penyesuaian ini diperlukan untuk memisahkan beberapa bagian Uang Muka Pendapatan yang sudah menjadi pendapatan dan beberapa bagian yang masih tetap merupakan uang muka.</li>
<li>Pembagian harga perolehan aktiva jangka panjang. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakui adanya biaya yang terjadi karena perusahaan menggunakan aktiva tetap yang manfaatnya semakin menurun. Penurunan manfaat ini dalam akuntansi disebut depresiasi penyusutan.</li>
<li>Biaya yang terutang (bertambahnya biaya) penyesuaian ini terjadi karena sudah terjadi biaya dalam perusahaan, tetapi belum dicatat sampai tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian di sini digunakan untuk mencatat bertambahnya biaya dan untuk mencatat bertambahnya utang biaya.</li>
<li>Pendapatan yang tertagih (Bertambahnya Pendapatan). Penyesuaian ini timbul karena perusahaan telah mempunyai hak atas suatu pendapatan tetapi belum dicatat sampai dengan tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian ini dimaksudkan untuk mencatat bertambahnya pendapatan di satu pihak dan bertambahnya tagihan di pihak lain.</li>
</ol>
<p>Setelah penyesuaian-penyesuaian tersebut dicatat dan dibukukan, maka buku besar telah siap untuk disajikan sebagai elemen laporan keuangan.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 3<br />
</strong><strong>NERACA LAJUR</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Neraca Lajur (Kertas Kerja Berlajur)</strong></p>
<p>Neraca lajur adalah suatu lembaran kerja berlajur yang digunakan untuk mengikhtisarkan saldo akun-akun dan menyiapkan penyajian laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dengan teliti, tepat dan tepat waktu. Secara umum neraca lajur yang digunakan adalah neraca lajur 10 kolom yang meliputi; (1) Kolom pertama dan kedua (daftar saldo), (2) Kolom ketiga dan keempat (penyesuaian), (3) Kolom kelima dan keenam (daftar saldo setelah penyesuaian), (4) Kolom ketujuh dan kedelapan (Laba Rugi), dan (4) Kolom kesembilan dan sepuluh (neraca).</p>
<p>Jurnal penutup dibuat bila perusahaan akan memulai pembukuan untuk periode yang baru. Maksud dari jurnal ini adalah untuk menghindari terjadinya pencampuran transaksi yang sama dari periode sebelumnya, misalnya transaksi pendapatan, biaya dan modal.</p>
<p>Tahap-tahap dalam proses penutupan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pertama; menutup akun-akun biaya ke akun perantara yang dinamakan Ikhtisar Laba Rugi. Setiap akun yang dikreditkan adalah sebesar saldo debetnya dan sebagai imbangannya akun ikhtisar Laba Rugi dikredit dengan jumlah yang sama. Dengan adanya jurnal penutup ini seluruh akun biaya tidak akan bersaldo lagi.</li>
<li>Kedua; menutup akun-akun pendapatan ke akun ikhtisar Laba Rugi. Setiap akun pendapatan akan didebet sebesar jumlah saldo kreditnya, sebaliknya akun ikhtisar Laba Rugi dikreditkan dengan jumlah yang sama.</li>
<li>Ketiga; menghitung saldo akun ikhtisar Laba Rugi, selanjutnya menutupnya ke akun ekuitas atau saldo laba. Bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo kredit (berarti jumlah kredit atau pendapatan lebih besar dari jumlah debetnya atau biaya-biaya) ini berarti perusahaan memperoleh laba atau keuntungan. Begitu pula sebaliknya bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo debet ini menandakan perusahaan menderita kerugian.</li>
<li>Keempat; menutup akun prive atau dividen ke akun ekuitas atau akun saldo laba.</li>
</ol>
<p>Jurnal balik adalah jurnal yang digunakan untuk memindahkan akun permanen ke akun temporer. Bentuk jurnal ini merupakan kebalikan dari jurnal penyesuaian. Akun-akun yang bersaldo debet dan kredit pada jurnal penyesuaian, akan dibalik pada jurnal balik dengan jumlah yang sama, namun tidak merupakan suatu keharusan dalam proses akuntansi bahwa setiap jurnal penyesuaian harus dilakukan jurnal balik, jurnal penyesuaian yang perlu dibalik adalah jurnal penyesuaian yang terdapat pada akun-akun tertentu atau pos-pos transitoris.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 4<br />
</strong><strong>LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENTS)</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Laporan Keuangan Neraca</strong></p>
<p>Akun-akun dalam neraca diklasifikasikan dalam pos aktiva, utang dan modal. Akun aktiva diklasifikasikan atas dasar cepat tidaknya masing-masing pos tersebut dijadikan kas atau dipakai (atas dasar likuiditasnya). Demikian juga dengan akun utang, Sedangkan akun modal disusun atas dasar historisnya, dengan demikian sebisa mungkin akun modal harus menunjukkan beberapa modal asli (pribadi) dan berapa yang berasal dari hasil kegiatan perusahaan.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Laporan Raba Rugi</strong></p>
<p>Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menggambarkan kegiatan suatu perusahaan selama periode tertentu. Kegiatan tersebut digambarkan dalam akun-akun pendapatan dan biaya. Pengertian pendapatan dan biaya tidak sama dengan penerimaan kas dan pengeluaran kas.</p>
<p>Pendapatan dapat dibedakan menjadi dua bagian utama yaitu; pendapatan usaha yang berasal dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan non usaha yang merupakan hasil sampingan perusahaan, bersifat insidental. Demikian juga dengan biaya, biaya dibedakan menjadi biaya usaha dan biaya non usaha.</p>
<p>Dalam perusahaan dagang selain terdapat biaya usaha dan biaya non usaha terdapat akun harga pokok penjualan yang merupakan harga pokok dari barang dagangan yang telah terjual.</p>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Laporan Perubahan Modal</strong></p>
<p>Laporan perubahan modal merupakan penghubung laporan laba rugi dan neraca, dan kedudukannya adalah sama penting dengan kedua laporan lainnya. Laporan perubahan modal memuat ringkasan sebab-sebab perubahan modal yang timbul akibat transaksi operasi dan transaksi modal. Ada kemungkinan laporan ini memuat perubahan yang disebabkan karena koreksi.</p>
<p>Dalam menyusun laporan perubahan modal perlu diingat bentuk perusahaan, karena bentuk laporan tergantung pada bentuk perusahaan.</p>
<p>Kegiatan Belajar 4<br />
<strong>Laporan Arus Kas (cash flow)</strong></p>
<p>Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu. Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.</p>
<p>Tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan kas berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas pendanaan (financing) dan aktivitas investasi selama satu periode akuntansi.</p>
<ol>
<li>Setara Kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.</li>
<li>Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.</li>
<li>Aktivitas Investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas</li>
<li>Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komponen modal dan pinjaman perusahaan.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 5<br />
</strong><strong>PERUSAHAAN DAGANG DAN JURNAL KHUSUS</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Perusahaan Dagang</strong></p>
<p>Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali dalam bentuk semula tanpa mengalami pengolahan. Perusahaan dagang dapat berupa toko, penyalur tunggal, agen penjualan, distributor dan sejenisnya. Karakteristik utama perusahaan dagang adalah bahwa pada peristiwa penjualan terjadi penyerahan barang yang didalamnya memuat jumlah rupiah disebut harga pokok penjualan.</p>
<p>Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening Pendapatan. Juga Piutang Dagang dan Utang Dagang. Di samping itu ada akun-akun khusus yang bersangkutan dengan perusahaan dagang di samping Penjualan, antara lain yang terpenting adalah Harga Pokok Penjualan, Pembelian, Retur dan Keringanan Penjualan, Retur dan Keringanan Pembelian, Potongan Penjualan dan Potongan Pembelian. Potongan pembelian ataupun potongan penjualan hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian potongan harga (price/trade discount).</p>
<p>Ada akun khusus menyebabkan Laporan laba-rugi perusahaan dagang juga berbeda dengan laporan perusahaan dagang. Biaya dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua kelompok yaitu biaya yang melekat pada barang dagangan yang terjual yang disebut biaya operasi. Harga pokok penjualan sendiri sebenarnya merupakan biaya operasi lainnya. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba yang berasal dari penjualan yang dikenal dengan istilah laba kotor penjualan.</p>
<p>Pada saat terjadi penjualan sebenarnya terjadi dua peristiwa yaitu pertama terjadinya pendapatan yang disebut penjualan yang mempunyai akibat menambah modal dan yang kedua keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok penjualan yang mempunyai akibat mengurangi modal karena sifatnya sebagai biaya. Bila pada saat penjualan keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok tidak dihitung dan dicatat dan baru akan dicatat pada akhir periode sebagai penyesuaian maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan fisik atau periodik (physical or periodical inventory system). Sedangkan bilangan pada tiap kali terjadi penjualan harga pokok barang yang ke luar dicatat maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan kontinyu atau buku/perpetual or book inventory system.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Jurnal Khusus</strong></p>
<p>Pada umumnya di dalam perusahaan terjadi transaksi rutin dan frekuensi terjadinya sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak tepat dan praktis lagi terutama dalam hal posting dari jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang sering terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang. Akun-akun untuk perincian ini membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut dengan buku besar pembantu, sedangkan buku besar yang akan digunakan dalam menyusun daftar saldo disebut dengan buku besar umum.</p>
<p>Jurnal khusus yang biasanya memiliki oleh suatu perusahaan antara lain :</p>
<ol>
<li>Jurnal Penjualan (PN)</li>
<li>Jurnal Penjualan (PB)</li>
<li>Jurnal Penerimaan Kas (KM)</li>
<li>Jurnal Pengeluaran Kas (KK)</li>
<li>Jurnal Retur Dan Keringanan Penjualan ( RN)</li>
<li>Jurnal Retur dan Keringanan Pembelian ( RB)</li>
</ol>
<p>Transaksi yang tidak dapat dicacat dalam buku jurnal di atas akan dicatat dalam buku Jurnal umum (UM) yang dapat merupakan buku jurnal biasa (dua kolom) atau berkolom banyak (columnair journal).</p>
<p>Tentu saja tiap perusahaan tidak harus menyediakan seluruh jurnal khusus di atas tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Suatu perusahaan mungkin cukup mempunyai satu jurnal yaitu jurnal umum saja karena transaksi yang terjadi masih sederhana. Bila perusahaan makin maju dan transaksinya makin kompleks maka mungkin diperlukan suatu jurnal khusus. Yang jelas adalah bahwa suatu perusahaan selalu menyediakan jurnal umum. Adapun kombinasi jurnal yang dapat digunakan oleh suatu perusahaan adalah sebagai berikut (bila sudah mulai menggunakan jurnal khusus):</p>
<p>Kombinasi I : UM + PN</p>
<p>Kombinasi II : UM + PN + PB</p>
<p>Kombinasi III : UM + PN + PB + KM</p>
<p>Kombinasi IV : UM + PN + PB + KM + KK</p>
<p>Kombinasi V : UM + PN + PB + KM + KK +RN</p>
<p>Kombinasi VI : UM + PN + PB + KM + KK + RN + RB</p>
<p>Tiap perusahaan dapat memilih salah satu kombinasi dengan variasi bentuk jurnal khusus yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.</p>
<p>Tiap perusahaan dapat memilih salah satu kombinasi dengan variasi bentuk jurnal khusus yang disesuaikan dengan kombinasi perusahaan.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 6<br />
</strong><strong>AKUNTANSI UNTUK PERSEKUTUAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Pembentukan Persekutuan dan Pembagian Laba atau Rugi Persekutuan</strong></p>
<p>Perbedaan pokok antara perusahaan perseorangan dan persekutuan adalah dalam masalah transaksi modal. Oleh karena persekutuan merupakan perusahaan milik beberapa orang maka laba yang diperoleh juga harus dibagikan kepada seluruh pemilik. Ada berbagai cara dalam pembagian laba atau rugi ini. Agar tidak menimbulkan kesulitan di kemudian hari sebaiknya perjanjian pembagian laba harus diuraikan dengan jelas dalam bentuk tertulis. Bila tidak ada perjanjian yang menyangkut masalah pembagian laba atau rugi, maka dianggap pembagian laba atau rugi dilakukan dengan perbandingan yang sama.</p>
<p>Bila persekutuan dibentuk dari perusahaan yang sebelumnya sudah berjalan, biasanya nilai buku aktiva dari perusahaan sebelumnya menjadi tidak relevan lagi. Oleh karena itu pada umumnya nilai buku tersebut harus disesuaikan lebih dahulu. Persekutuan cukup mencatat nilai aktiva yang baru (yang disetujui bersama), tidak perlu memperhatikan harga perolehan aktiva ketika dulu dibeli oleh perusahaan sebelum menjadi persekutuan. Harga perolehan aktiva bagi persekutuan yaitu harga pada saat aktiva tersebut menjadi hak persekutuan.</p>
<p>Secara umum ciri-ciri persekutuan adalah:</p>
<ol>
<li>umur yang terbatas</li>
<li>tanggung jawab anggota yang tidak terbatas</li>
<li>pemilikan harta bersama</li>
<li>partisipasi dalam pembagian laba atau rugi; dan</li>
<li>perjanjian tertentu.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Akuntansi untuk Pembubaran Persekutuan dan Likuidasi Persekutuan</strong></p>
<p>Salah satu sifat utama dari bentuk organisasi persekutuan adalah usianya yang terbatas. Setiap perubahan anggota persekutuan akan mengakibatkan pembubaran persekutuan. Dengan demikian masuknya anggota sekutu baru, keluarnya anggota sekutu lama dan meninggalnya salah seorang anggota persekutuan, akan membubarkan persekutuan yang ada.</p>
<p>Masuknya sekutu dalam persekutuan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:</p>
<ol>
<li>dengan cara membeli hak pemilik sekutu lama;</li>
<li>dengan cara menyetorkan aktiva kepada persekutuan.</li>
</ol>
<p>Perbedaan cara penerimaan sekutu baru akan mengakibatkan perbedaan dalam akuntansi. Pada cara pertama transaksi penerimaan sekutu baru hanya dilakukan dengan memindahkan akun modal sekutu lama ke akun sekutu baru. Dengan demikian tidak terjadi perubahan struktur aktiva maupun struktur modal. Pada cara kedua persekutuan akan mencatat penambahan aktiva dan penambahan modal. Jumlah aktiva yang dicatat tidak harus sama dengan jumlah modal sekutu baru. Adakalanya setoran modal dicatat lebih rendah atau lebih tinggi sehingga menimbulkan goodwill yang akan diberikan kepada sekutu lama atau sekutu yang baru masuk. Umumnya bila persekutuan akan menerima anggota baru diadakan penyesuaian lebih dahulu terhadap akun-akun yang ada. Sehingga buku besarnya dapat mencerminkan harga aktiva secara lebih layak. Laba atau rugi yang timbul karena adanya penilaian kembali ini kemudian akan dibagikan kepada para sekutu lama.</p>
<p>Bila persekutuan mau menghentikan kegiatannya, maka biasanya akan menjual seluruh aktivanya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembagian kekayaan kepada para anggotanya. Proses pembubaran perusahaan ini dikenal dengan proses likuidasi. Adapun langkah-langkah dalam proses likuidasi adalah:</p>
<ol>
<li>menyesuaikan dan menutup buku-buku yang ada;</li>
<li>menjual seluruh aktiva nonkas (realisasi);</li>
<li>melunasi seluruh utang perusahaan;</li>
<li>mengembalikan modal kepada para sekutu.</li>
</ol>
<p>Oleh karena tanggung jawab anggota persekutuan tidak terbatas maka bila ada salah seorang anggota sekutu yang modalnya negatif mereka tetap harus menutup jumlah modal yang negatif tersebut. Seandainya sekutu tersebut dalam keadaan bangkrut, maka sekutu yang masih mampu harus menanggung defisit sekutu tersebut.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 7<br />
</strong><strong>AKUNTANSI UNTUK PERSEROAN I</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Perseroan</strong></p>
<p>Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang-piutang dan hak serta kewajiban seperti orang-orang pribadi. Perseroan dikatakan sebagai perseroan tertutup bila saham-sahamnya hanya dimiliki oleh kalangan orang tertentu saja dan dikatakan sebagai perseroan terbuka kalau saham-sahamnya dapat dibeli oleh masyarakat bebas.</p>
<p>Modal saham perseroan dapat terdiri atas saham biasa dan saham prioritas (saham preferen). Saham prioritas adalah saham yang memiliki hak-hak lebih tertentu, seperti hak untuk memperoleh dividen lebih dahulu, hak suara, hak pembagian dividen yang pasti dan hak pembagian kekayaan lebih dahulu. Sehubungan dengan masalah pembagian dividen saham prioritas dapat dibedakan menjadi:</p>
<ol>
<li>Saham prioritas yang kumulatif, partisipasi</li>
<li>Saham prioritas yang kumulatif, non-partisipasi</li>
<li>Saham prioritas yang non-kumulatif, partisipasi</li>
<li>Saham prioritas yang non-kumulatif, non-partisipasi.</li>
</ol>
<p>Ciri-ciri yang membedakan bentuk perusahaan perseroan dengan persekutuan adalah sebagai berikut.</p>
<p>Perseroan merupakan badan hukum tersendiri, oleh sebab itu tanggung jawab harta kekayaan dan utang ada di tangan perseroan itu sendiri. Oleh karena itu, pemilik perseroan hanya bertanggung jawab terhadap jumlah uang yang telah ditanamkan di perseroan tersebut. Dalam hal ini tidak ada tanggung jawab renteng. Hak pemilikan perseroan yang ditandai dengan surat saham dapat dengan mudah dipindahtangankan, dengan demikian pemilikan perseroan lebih luwes dibandingkan dengan persekutuan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa laba yang dibagikan kepada para pemilik akan dikenakan pajak dua kali. Pertama, pada saat laba diperoleh perseroan akan dikenakan pajak penghasilan untuk perseroan dan kedua, pada saat laba diterima pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas nama pemegang saham pribadi. Selain itu perseroan pada umumnya dikenakan peraturan-peraturan pemerintah yang lebih banyak dibandingkan dengan persekutuan atau perusahaan perseorangan. Namun bentuk perseroan lebih disukai oleh perusahaa-perusahaan besar dibandingkan dengan bentuk perusahaan yang lain.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Transaksi Modal</strong></p>
<p>Perseroan adalah merupakan badan hukum. Oleh sebab itu perseroan dapat bertindak (melakukan transaksi) atas namanya sendiri. Perseroan dapat memiliki aktiva atas nama sendiri dan perseroan dapat berutang juga atas namanya sendiri. Tanggung jawab pemilik (pemegang saham) terbatas pada jumlah uang yang telah mereka setorkan saja. Artinya bila suatu perseroan bangkrut, maka kreditur tidak berhak menagih (menuntut) harta pribadi pemilik perseroan. Pada umumnya pemilikan saham perseroan lebih mudah untuk diperjualbelikan tidak seperti halnya pada pemilikan dalam persekutuan.</p>
<p>Modal perseroan terdiri atas saham-saham, saham-saham ini dapat dibedakan menurut jenisnya yang dapat diikhtisarkan sebagai berikut.</p>
<p>Penyajian modal saham dalam neraca harus dapat menjelaskan berapa jumlah modal saham statutairnya dan berapa jumlah yang telah ditempatkan. Akun modal dalam perseroan dapat dibedakan menjadi:</p>
<ol>
<li>jumlah nominal saham;</li>
<li>jumlah kelebihan setoran di atas nominalnya (agio saham); dan</li>
<li>jumlah laba yang belum dibagikan kepada para pemegang saham.</li>
</ol>
<p>Bila perseroan menerbitkan saham tanpa nilai nominal maka harus ditentukan jumlah (nilai) yang ditetapkan. Nilai yang ditetapkan ini dianggap sebagai nilai nominalnya. Pada saat perseroan melakukan emisi saham, maka akun kas atau aktiva lain akan didebet, akun modal saham dikredit sebesar nominalnya (pari), dan kelebihan setoran dicatat dalam akun sendiri yang disebut akun agio saham.</p>
<p>Akun modal saham selain dipisahkan ke dalam akun modal saham dan agio saham juga harus diadakan akun modal untuk setiap jenis saham. Klasifikasi modal sendiri pada perseroan dapat dibedakan sebagai berikut.</p>
<p>Bila saham perseroan pada saat emisi ditukarkan dengan aktiva selain kas, maka aktiva yang diterima sebagai setoran tersebut dicatat sebesar harga pasarnya, selisih antara harga pasar aktiva tersebut dengan nominal saham dicatat sebagai agio atau disagio saham. Bila harga pasar aktiva tersebut tidak dapat ditentukan, aktiva tersebut dapat dicatat sebesar harga pasar dari saham perseroan pada saat pertukaran terjadi. Selisih harga pasar saham dengan nominalnya akan dicatat sebagai agio (disagio).</p>
<p>Dalam neraca selain disajikan jumlah modal secara keseluruhan, juga sering disajikan nilai buku per lembar saham. Nilai buku per lembar dihitung dengan cara membagi alokasi modal sendiri ke setiap jenis saham dengan jumlah lembar yang beredar untuk setiap jenisnya. Nilai buku ini menunjukkan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga pasar saham di bursa.</p>
<p>Biaya organisasi (biaya pendirian) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendirikan perseroan. Biaya organisasi ini pada umumnya akan disajikan dalam neraca sebagai aktiva permanen. Bila dirasa biaya organisasi tidak akan bermanfaat, maka biaya organisasi diamortisasi dan dibebankan secara sistematis sebagai biaya.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 8<br />
</strong><strong>AKUNTANSI UNTUK PERSEROAN II</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Klasifikasi Modal</strong></p>
<p>Klasifikasi modal saham dalam neraca harus diungkapkan dengan jelas. Penyajian modal saham dalam neraca harus mengungkapkan berapa jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang ada dalam portofolio. Selisih antara jumlah yang disetor pemegang saham dengan nominal saham dicatat sebagai Premium Modal Saham. Nama lain dari akun ini adalah Agio Modal Saham. Akun Modal Sumbangan digunakan untuk menampung sumbangan-sumbangan yang diterima perseroan. Aktiva yang diterima sebagai sumbangan dinilai sebesar harga pasar dari aktiva tersebut ketika diterima perusahaan.</p>
<p>Adanya pendapatan yang tidak dikenakan sebagai pajak dan biaya yang tidak dianggap sebagai beban oleh peraturan pajak mengakibatkan besarnya pajak menurut perhitungan akuntansi dan perpajakan berbeda. Bila perbedaan ini diakibatkan karena perbedaan waktu maka selisih yang terjadi dicatat dalam akun penangguhan utang PPh.</p>
<p>Sering kali terjadi untuk mencegah laba yang ditahan dibagikan sebagai dividen, perusahaan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Untuk penyisihan ini digunakan akun penyisihan laba yang ditahan (misalnya penyisihan untuk ekspansi) guna memindahkan jumlah dari akun laba yang ditahan ke akun penyisihan ini.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Jenis Dividen</strong></p>
<p>Perusahaan dapat membagikan dividen dalam bentuk kas, aktiva lain, atau saham bonus. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian dividen adalah masalah:</p>
<ol>
<li>Kapan utang dividen harus dicatat</li>
<li>Kepada siapa dividen akan diterimakan</li>
<li>Kapan pembayaran dividen akan dilakukan.</li>
</ol>
<p>Agar perusahaan dapat membagikan dividennya, maka perusahaan tersebut harus:</p>
<ol>
<li>Mempunyai saldo laba yang ditahan cukup besar</li>
<li>Jumlah kas yang cukup</li>
<li>Memutuskan secara resmi tentang pembagian dividen.</li>
</ol>
<p>Dividen tunai tidak boleh dibagikan kepada pemilik saham treasury sedangkan dividen saham dapat dibagikan kepada pemilik saham treasury dapat pula tidak. Pembagian dividen tunai akan menyebabkan laba yang ditahan berkurang dan aktiva perusahaan berkurang. Sedangkan pembagian dividen saham tidak akan mengurangi jumlah modal saham. Pembagian ini hanya akan mengakibatkan perubahan bentuk modal dari laba yang ditahan menjadi modal saham. Pemecahan saham adalah usaha perseroan untuk menurunkan harga pasar sahamnya dengan cara menambah jumlah lembar saham yang beredar. Penambahan ini dilakukan dengan cara menurunkan nilai nominal saham. Kejadian i</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ol>
<li>Niswonger &amp; Fees. (1977). Accounting Principles. Cincinnati, Ohio: South Western Publishing Co.</li>
<li>Slavin, Albert dan Reynold, Isaac N. (1975). Basic Accounting. Third Edition. Rinehart and Winston, Inc.</li>
<li>Thacker, Ronald J. (1979). Accounting Principles. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall Internasional.</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.ut.ac.id">www.ut.ac.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=24&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4115-pengantar-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4115.jpg?w=110" medium="image">
			<media:title type="html">EKMA4115</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKMA4113 Pengantar Manajemen</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4113-pengantar-manajemen/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4113-pengantar-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 09:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Mata Kuliah : EKMA4113 Pengantar Manajemen Sukanto Reksohadiprodjo 3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 2 ISBN : 9796894106 DDC22 : 658 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2002 Mata kuliah ini membicarakan topik-topik yang bertalian dengan upaya manajemen suatu badan usaha dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan operasional badan usaha tersebut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=20&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi Mata Kuliah :</p>
<p><a href="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4113.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-21" title="EKMA4113" src="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4113.jpg?w=108&#038;h=150" alt="" width="108" height="150" /></a>EKMA4113 Pengantar Manajemen</p>
<p><strong>Sukanto Reksohadiprodjo<br />
</strong><br />
3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 2<br />
ISBN : 9796894106<br />
DDC22 : 658<br />
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2002</p>
<p>Mata kuliah ini membicarakan topik-topik yang bertalian dengan upaya manajemen suatu badan usaha dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan operasional badan usaha tersebut, agar tujuan-tujuan tercapai dengan efektif dan efisien. Dikemukakan pula tentang sejarah manajemen itu sendiri, serta konsep manajemen masa depan dengan berbagai persyaratan yang diperlukan seperti sistem informasi, sistem pemantauan dan penilaian manajemen. Selanjutnya dibicarakan pula tentang etika bisnis dan tanggung jawab sosial bisnis.</p>
<p>pembelian online:<br />
<a href="http://ebook.ut.ac.id/product_info.php?cPath=21_33&amp;products_id=145" target="_blank">http://ebook.ut.ac.id/product_info.php?cPath=21_33&amp;products_id=145</a></p>
<hr size="2" /> </p>
<p><strong>Tinjauan Mata Kuliah</strong></p>
<p>Pengantar Manajemen adalah mata kuliah yang mempelajari mengenai konsep dasar manajemen pada suatu organisasi.<br />
Pada Buku Materi Pokok (BMP) Pengantar Manajemen ini menjelaskan konsep-konsep dan teori-teori dalam pengelolaan suatu organisasi, termasuk karakteristik organisasi dan lingkungannya. Untuk memudahkan mempelajari dan memudahkan memberi gambaran keseluruhan BMP, perhatikan gambar 1.</p>
<p><strong>Tujuan Instruksional Umum Pengantar Manajemen</strong><br />
Untuk menguasai materi mata kuliah Pengantar Manajemen ini, ikuti petunjuk belajar berikut:</p>
<ol>
<li>Pelajari setiap modul sebaik-baiknya</li>
<li>Buat konsep-konsep esensial dari setiap modul</li>
<li>Kerjakan setiap kegiatan Latihan dan Tes Formatif yang ada pada setiap modul</li>
<li>Catat konsep-konsep yang belum Anda kuasai sebagai bahan untuk diskusi dengan kelompok belajar Anda atau dengan Tutor Anda</li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Rangkuman Mata Kuliah</strong></p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 1<br />
</strong><strong>MANAJEMEN UNTUK PRODUKTIVITAS</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Konsep Dasar Manajemen</strong></p>
<ol>
<li>Manajemen adalah proses merencana, mengorganisasi, mengarah-kan, mengoordinasikan serta mengawasi kegiatan mencapai secara efisien dan efektif tujuan organisasi.</li>
<li>Proses manajemen dilakukan oleh manajemen bawah, menengah dan puncak.</li>
<li>Manajemen dalam pengertian orang menjalankan peranan melakukan hubungan pribadi, pemberi informasi dan pengambil keputusan.</li>
<li>Manajemen harus berketerampilan konseptual, manusiawi, dan teknis.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Sejarah Manajemen</strong></p>
<ol>
<li>Manajemen dapat dianggap sebagai suatu seni atau ilmu atau profesi.</li>
<li>Manajemen sukses ada semenjak tahun 5000 SM dan berkembang terus sampai saat ini melalui pendekatan klasik, perilaku kuantitatif dan modern.</li>
<li>Perkembangan terakhir manajemen berupa pemikiran tentang kriteria sukses dari perusahaan konsultan McKinsey.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Konsep Manajemen Masa Depan</strong></p>
<ol>
<li>Manajemen masa depan bertujuan meningkatkan ROI, produktivitas dan kualitas hidup manusia.</li>
<li>Manajemen masa depan mendasarkan tindakannya pada aspek kuantitatif dan perilaku manusia.</li>
<li>Manajemen masa depan akan menghadapi isu inflasi, sumber daya yang makin langka, nilai sosial budaya masyarakat, teknologi, hubungan karyawan dan manajemen, etika dan tanggung jawab sosial, konflik-konflik dan globalisasi.</li>
<li>Manajemen masa depan akan menghadapi masalah yang datang dari sektor industri dengan jasa dan untuk itu perlu informasi yang dicari dengan sistem informasi manajemen yang baik.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 2<br />
</strong><strong>PERENCANAAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Tujuan Organisasi</strong></p>
<ol>
<li>Tujuan organisasi penting dan perlu sebagai alat pemersatu kegiatan anggota organisasi.</li>
<li>Manajemen berdasar tujuan perlu diketahui dan dihayati orang sehingga apa yang dikerjakan orang itu jelas, melibatkan semua orang, koordinasi tercapai, kegiatan terintegrasi, penilaian mudah.</li>
<li>Pelaksanaan Manajemen Berdasarkan Tujuan berdasarkan keper-cayaan kemampuan dan dukungan.</li>
<li>Manajemen Berdasar Tujuan ada manfaat dan kelemahannya.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Strategi, Kebijakan, Program dan Taktik</strong></p>
<ol>
<li>Setelah tujuan ditentukan langkah berikut yang perlu diambil oleh manajemen ialah menetapkan strategi, kebijaksanaan dan taktik untuk pencapaian tujuan tersebut.</li>
<li>Strategi merupakan garis besar haluan organisasi. Kebijaksanaan menerjemahkan strategi dan taktik merupakan pelaksanaan strategi dan kebijaksanaan menghadapi situasi dan kondisi setempat.</li>
<li>Tujuan, strategi, kebijaksanaan dan taktik digariskan berdasarkan proses pengambilan keputusan yang ilmiah, yang merupakan bagian proses perencanaan.</li>
<li>Strategi dan kebijaksanaan dapat dipilih dan banyak variasinya.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Batasan Perencanaan</strong></p>
<ol>
<li>Perencanaan dan rencana bermanfaat bagi manajemen.</li>
<li>Bagaimanapun juga perencanaan itu mungkin didasarkan prakiraan yang tak handal, masalah yang sama tak akan berulang kembali, cenderung kaku, mahal, dan perlu waktu.</li>
<li>Namun, hal yang disebut pada butir 2) dapat dihindari.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 3<br />
</strong><strong>PENGORGANISASIAN (1)</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Teori Organisasi Klasik</strong></p>
<ol>
<li>Konsep tentang organisasi perlu diketahui dan dihayati agar kita memaklumi latar belakang adanya organisasi dan ikut mengembangkannya.</li>
<li>Konsep organisasi dibedakan ke dalam konsep klasik, neoklasik dan modern.</li>
<li>Konsep klasik terdiri atas konsep birokrasi, administrasi dan manajemen ilmiah.</li>
<li>Konsep birokrasi berakar pada konsep program rasional, sistem dan prosedur dan hubungan formal yang tidak personal. Konsep administrasi didasarkan pada disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai skalar, keadilan, stabilitas, inisiatif, dan semangat korps. Manajemen ilmiah berdasar kaidah dasar manajemen, yaitu penggunaan metode ilmiah, seleksi dan latihan ilmiah dan pengembangan karyawan secara ilmiah, pendekatan karyawan oleh manajer.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Teori Organisasi Neoklasik</strong></p>
<ol>
<li>Teori organisasi neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama.</li>
<li>Teori organisasi neoklasik hasil &#8220;pembenahan&#8221; teori organisasi klasik dengan unsur manusiawi lebih ditonjolkan.</li>
<li>Pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur organisasi, rentang kendali, di samping itu dimunculkan konsep tentang organisasi informal.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Teori Organisasi Modern</strong></p>
<ol>
<li>Teori organisasi modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai suatu sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel dan memahami proses dinamis.</li>
<li>Teori modern membicarakan keterkaitan bagian dalam sistem dan hubungan sistem dengan lingkungannya.</li>
<li>Menurut teori modern, organisasi terdiri dari bagian yang tersusun dalam sistem di mana orang di dalamnya berinteraksi mencapai tujuan.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 4<br />
</strong><strong>PENGORGANISASIAN (2)</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Fungsi dalam Organisasi</strong></p>
<ol>
<li>Organisasi atau badan usaha dijalankan dengan berdasarkan fungsi. Dengan semakin kompleksnya organisasi maka pencapaian tujuan harus dilaksanakan oleh fungsi yang dipecah. Diferensiasi fungsional ke bawah menunjang usaha ini. Proses ini dikenal dengan nama fungsi garis.</li>
<li>Dengan makin berkembangnya perusahaan, kekompleksan fungsi yang perlu untuk melaksanakan tugas berkembang lebih cepat sehingga manajemen perlu bantuan melalui spesialisasi fungsi yang disebut staf. Penciptaan fungsi staf atau fungsi sekunder ini dengan mendiferensiasikan kegiatan ke luar dari rantai komando. Fungsi staf membantu dan memperlancar kerja fungsi garis.</li>
<li>Agar fungsi staf bermanfaat, harus jelas fungsinya, dibatasi jumlahnya, tugas pimpinan memang meningkat, staf diberi informasi yang diperlukan, diminta membuat, dan didorong berinisiatif.</li>
<li>Wewenang fungsional adalah izin menyiapkan dan mengharuskan perintah bertalian dengan aspek tertentu, inisiatif datang dari pimpinan sendiri dan wewenang ini mempercepat pelaksanaan tugas.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Hubungan dalam Organisasi</strong></p>
<ol>
<li>Tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang yang diberikan padanya sesuai dengan kemampuan dan arahan yang apabila tidak dijalankan akan menimbulkan rasa kegagalan. Dasar pemberian tanggung jawab adalah harus lengkap tak boleh ada kesenjangan, tumpang tindih dan pecahnya perhatian.</li>
<li>Wewenang adalah turunan dari tanggung jawab; wewenang adalah kekuasaan untuk bertindak.</li>
<li>Pelaporan adalah aspek ketiga dari hubungan dan berupa wajib memberitahu atau wajib jawab atas hasil atau prestasi kerja seseorang. Pelaporan merupakan turunan tanggung jawab dan wewenang.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Pengertian dan Ruang Lingkup Kepemimpinan</strong></p>
<ol>
<li>Struktur adalah pola hubungan komponen atau bagian suatu organisasi. Struktur merupakan sistem formal hubungan kerja yang membagi dan mengkoordinasikan tugas orang dan kelompok orang agar tujuan tercapai.</li>
<li>Struktur harus mengikuti strategi sesuai dengan teknologi organisasi dan lingkungan luar serta mengakomodasi orang di dalam sistem dan harus pula mengakomodasi besar organisasi.</li>
<li>Komponen struktur adalah spesialisasi, delegasi dan koordinasi.</li>
<li>Ada struktur formal, informal. Ada pula struktur mekanistik dan organik, serta struktur lain.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 5<br />
</strong><strong>PENGARAHAN, PENGKOORDINASIAN, SERTA KOMUNIKASI, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Pengarahan</strong></p>
<ol>
<li>Pengarahan merupakan langkah penting antara persiapan dan kegiatan operasi; pengarahan merupakan pemberian perintah, menunjukkan pada bawahan apa yang harus dikerjakan.</li>
<li>Karakteristik perintah ialah (a) agar dituruti maka perintah harus beralasan, (b) perintah harus lengkap tentang apa yang harus dikerjakan dan kapan, (c) perintah harus jelas bagi mereka yang akan mengerjakannya.</li>
<li>Perintah tertulis perlu apabila, meliputi banyak orang, pelaksana-annya memakan waktu, masalahnya kompleks dan rinci, dan perlu pengawasan tentang pelaksanaan atau perlu diakhiri kalau tak dibutuhkan lagi.</li>
<li>Proses pengarahan dapat disederhanakan dengan adanya praktik standar dan indoktrinasi.</li>
<li>Pengarahan konsultatif ideal, namun perlu dijaga dampak negatifnya.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Pengkoordinasian</strong></p>
<ol>
<li>Koordinasi diperlukan agar segala kegiatan sinkron terpadu tertuju pada pencapaian tujuan bersama.</li>
<li>Koordinasi didapat dengan menyederhanakan organisasi, strategi-kebijaksanaan-program yang harmonis, metode komunikasi yang baik, koordinasi sukarela dan supervisi.</li>
<li>Koordinasi dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal di dalam organisasi yang formal dan yang informal.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Komunikasi Motivasi dan Kepemimpinan</strong></p>
<ol>
<li>Komunikasi dan motivasi merupakan faktor penentu kepemimpinan. Mereka yang menjalankan komunikasi dan motivasi yang baik terjamin akan menjadi pemimpin yang baik pula.</li>
<li>Komunikasi yang efektif memerlukan persyaratan tertentu, yaitu orang harus mendengarkan, memberikan umpan balik, langsung pada masalahnya, menggambarkan situasi dan meringkas.</li>
<li>Motivasi yang baik menciptakan iklim di mana orang akan selalu bersedia mengikuti apa yang dikehendaki dari mereka dan meningkatkan prestasi dan kepuasan bekerjanya.</li>
<li>Kepuasan bekerja tercapai melalui pemenuhan kebutuhan yang beraneka ragam baik fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan penyatuan diri. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menciptakan kelompok dinamis, menghindari isolasi organisasi, memperkaya jabatan, menyusun kembali arus kerja, memecah peranan yang sudah mapan, memberikan status, desentralisasi dan menyeimbangkan kebebasan dan ketertiban.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 6<br />
</strong><strong>PENGAWASAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Proses Pengawasan</strong></p>
<ol>
<li>Pengawasan adalah usaha menetapkan standar, melakukan pemeriksaan hasil, pembandingan hasil dengan standar, penentuan penyimpangan dan tindakan perbaikan.</li>
<li>Apabila tak ada penyimpangan, dilakukan tindakan mempertahan-kan situasi (maintain the situation); apabila ada penyimpangan dilakukan maka digunakan manajemen pengecualian dengan tindakan perbaikan bila penyimpangan adalah masalah dan tindakan mengambil kesempatan yang terbuka bila situasi yang dihadapi memberikan kesempatan.</li>
<li>Pengawasan dapat intern (disiplin diri dan latihan tanggung jawab) dan ekstern (pengawasan prakegiatan, pengarahan, ya/tidak dan pasca-kegiatan).</li>
<li>Pengawasan bertalian erat dengan perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian.</li>
<li>Pengawasan perlu agar kita dapat menanggulangi kesulitan yang timbul karena adanya perubahan, kekompleksan sistem, kesalahan, dan delegasi.</li>
<li>Hal yang penting dalam pengawasan adalah keseimbangan antara kebebasan individual dengan pengawasan organisatoris.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Metode Pengawasan</strong></p>
<ol>
<li>Metode pengawasan itu berjenis-jenis dan dapat diterapkan pada masukan, proses dan keluaran.</li>
<li>Metode pengawasan yang dimaksud terdiri atas metode pengawasan prakegiatan, selama kegiatan, pasca-kegiatan, penilaian kerja, pembayaran dan imbalan, MBO, karyawan dan kedisiplinan, berdasar anggaran dan sistem informasi.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Pengawasan yang Efektif</strong></p>
<ol>
<li>Pengawasan saja tidak cukup, karena reaksi manusia selalu negatif terhadapnya.</li>
<li>Pengawasan harus efektif dan persyaratan untuk itu perlu dipenuhi</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 7<br />
</strong><strong>LINGKUNGAN ORGANISASI/BISNIS, KONFLIK DAN MANAJEMEN PERUBAHAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Lingkungan Organisasi Bisnis</strong></p>
<ol>
<li>Lingkungan organisasi atau bisnis mempengaruhi kegiatan organisasi atau bisnis baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, lingkungan organisasi yang terdiri atas lingkungan ideologi, politik-hukum, ekonomi, sosial-budaya, teknologi dan pertahanan-keamanan perlu diperhatikan dalam arti hal yang sifatnya kritis, berubah dan dampaknya perlu diidentifikasi, dipantau dan diramalkan oleh para pengelola organisasi dan bisnis.</li>
<li>Lingkungan ini selalu berubah, dinamis sifatnya sehingga harus selalu diwaspadai setiap waktu.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Konflik</strong></p>
<ol>
<li>Konflik itu bermacam-macam, sumbernya pun bermacam-macam.</li>
<li>Konflik perlu dikelola dengan baik agar tidak merugikan jalannya perusahaan. Teknik pengelolaan konflik adalah (a) penyelesaian soal atau konfrontasi, (b) adanya tujuan yang di atas segala-galanya, (c) penambahan sumber daya, (d) penghindaran, (e) penghalusan, (f) kompromi, (g) pemaksaan, dan (h) pengubahan struktur organisasi.</li>
<li>Kadang-kadang konflik perlu distimulasi, yaitu dengan (a) mengubah struktur organisasi, (b) komunikasi, (c) menggunakan orang luar, (d) meningkatkan persaingan, dan (e) menunjuk orang sebagai pemrakarsa pendapat yang selalu beda dengan konsensus.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Manajemen Perubahan</strong></p>
<ol>
<li>Kekuatan intern dan ekstern menciptakan kebutuhan akan perubahan yang mungkin diterima, mungkin juga mengalami hambatan karena satu dan lain hal.</li>
<li>Perubahan dapat terjadi pada orang, struktur, teknologi, dan masyarakat.</li>
<li>Proses perubahan melalui langkah tertentu.</li>
<li>Perubahan memerlukan iklim tertentu demi tumbuh suburnya faktor perubahan, yaitu disiplin inisiatif, kreativitas dan inovasi.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 8<br />
</strong><strong>SISTEM INFORMASI, PEMANTAUAN DAN PENILAIAN SERTA PENGAWASAN MANAJEMEN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Sistem Informasi Manajemen (SIM)</strong></p>
<ol>
<li>SIM penting dan perlu karena memberikan informasi bagi manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan.</li>
<li>Rancang bangun SIM didasarkan pada analisis terhadap permintaan dan penawaran akan informasi.</li>
<li>Informasi yang baik adalah yang uniform, lengkap, jelas dan tepat waktu tersedianya.</li>
<li>SIM yang efektif apabila memperlancar pencapaian tujuan organisasi, dimanfaatkan anggota organisasi, berkualitas teknis, mendapatkan dukungan dan partisipasi manajemen serta semua anggota terlibat dalam perancangan bangunnya.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Sistem Pemantauan dan Penilaian Manajemen</strong></p>
<ol>
<li>SPPM adalah sistem untuk melihat apa yang terjadi, menganalisis dan mendiagnosisnya serta mengukur hasil yang dibandingkan dengan standar ukuran tertentu.</li>
<li>SPPM perlu agar segala sesuatu yang dilakukan itu terkoordinasikan, terintegrasikan dan sinkron. Hal yang dicari adalah konsistensi, sumber daya cukup, perkiraan keadaan lingkungan, pencapaian tujuan, dan rencana yang berkelanjutan.</li>
<li>SPPM menggunakan kriteria yang kuantitatif dan kualitatif. Kriteria kuantitatif berwujud, sedang kriteria kualitatif adalah konsistensi, ketepatan dan dapat dilaksanakan.</li>
<li>Isu penting dalam SPPM adalah kapan penilaian dilakukan, siapa yang dinilai, di mana dan berapa banyak penilaian dilakukan. Selain itu SPPM harus menghasilkan informasi tepat waktu.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Sistem Pengawasan Manajemen</strong></p>
<ol>
<li>SPM adalah proses dan struktur sistematika yang terorganisasi yang dipakai manajemen dalam usahanya mengawasi; ini mencakup segala metode, prosedur, dan sarana yang menjamin segala sesuatu sesuai dengan tujuan, strategi, kebijaksanaan dan program organisasi.</li>
<li>Komponen pengawasan itu adalah sensor, selector, effector dan jaringan komunikasi.</li>
<li>Proses SPM adalah pembuatan program, anggaran, operasi dan pengukuran, serta pelaporan dan analisis.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 9<br />
</strong><strong>MANAJEMEN BISNIS KECIL, SEDANG/MENENGAH DAN BESAR, MANAJEMEN BISNIS MULTINASIONAL; DAN ETIKA BISNIS SERTA TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Manajemen Bisnis Kecil, Sedang/Menengah dan Besar</strong></p>
<ol>
<li>Bisnis kecil adalah bisnis dengan karyawan sebanyak 5 &#8211; 19 orang, bisnis sedang/menengah mempekerjakan 20 &#8211; 99 karyawan, dan bisnis besar mempunyai 100 karyawan atau lebih.</li>
<li>Perencanaan pada bisnis kecil sifatnya jangka pendek, pada bisnis sedang/menengah perencanaannya jangka menengah, sedang pada bisnis besar perencanaannya sifatnya jangka panjang.</li>
<li>Organisasi pada bisnis kecil sifatnya sederhana, organisasi pada bisnis sedang/menengah bersifat fungsional, sedang pada bisnis besar organisasinya bersifat divisional.</li>
<li>Pengarahan, koordinasi dan pengawasan pada bisnis kecil dilakukan oleh pemilik bisnis; pada bisnis sedang/menengah dan besar, pengarahan, koordinasi dan pengawasan berdasarkan sistem.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Manajemen Bisnis Internasional</strong></p>
<ol>
<li>Bisnis internasional atau badan usaha multinasional adalah perusahaan yang mengadakan kegiatan di dua negara atau lebih secara bersamaan.</li>
<li>Alasan melakukan kegiatan di negara lain adalah mendapatkan laba, memperluas pasar, mendapatkan bahan, memperoleh dana dan mendapatkan tenaga kerja dengan upah yang murah.</li>
<li>Kegiatan yang dilakukan beraneka ragam: impor-ekspor, lisensi, kontrak manajemen, perusahaan patungan (joint ventures), pendirian cabang.</li>
<li>Di dalam melakukan bisnis mereka mengkaji lingkungannya, mengidentifikasi perbedaan, mengubah konsep manajemen, melaksanakan perubahan dan adaptif.</li>
<li>Bisnis internasional menjalankan fungsi manajemen pada peringkat yang maju, seperti perencanaan jangka panjang, organisasi berdasar divisi, pengarahan dan koordinasi serta pengawasan berdasar sistem yang canggih.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis dan Good Corporate Governance</strong></p>
<ol>
<li>Etika bisnis adalah standar dan prinsip yang menjadi pedoman tindakan dan putusan manajer, serta menentukan apakah tindakan dan putusan itu baik atau buruk, benar atau salah secara moral.</li>
<li>Tanggung jawab sosial bisnis adalah kewajiban bisnis bertindak dengan cara memperhatikan dan melayani kepentingan organisasi sendiri dan kepentingan publik.</li>
<li>Tanggung jawab sosial bisnis dilakukan oleh manajer yang memiliki etika bisnis yang tinggi.</li>
<li>Etika bisnis yang tinggi dapat dimiliki oleh para manajer yang diseleksi dengan baik, yang melakukan tindakan berdasar kode etika, melakukan kepemimpinan/keteladanan yang baik, berkiblat pada tujuan, GCG, mendapatkan pelatihan etika, dinilai secara komprehensif, diaudit sosial dan mempunyai penasihat yang baik.</li>
</ol>
<p> Sumber  : www.ut.ac.ic</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=20&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4113-pengantar-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/12/ekma4113.jpg?w=108" medium="image">
			<media:title type="html">EKMA4113</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKMA4111 Pengantar Bisnis</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4111-pengantar-bisnis/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4111-pengantar-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 08:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[EKMA4111 Pengantar Bisnis Rifelly Dewi Astuti Harga Buku ; Rp. 71.500,- (disertai multimedia) 3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 1 ISBN : 9790111290 DDC22 : 650 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007 Mata kuliah ini memberikan gambara yang utuh dan sistematis mengenai berbagai pengertian dan konsep yang berkaitan dengan semua aspek dalam praktik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=17&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>EKMA4111 Pengantar Bisnis</strong></p>
<p><strong>Rifelly Dewi Astuti<br />
</strong>Harga Buku ; Rp. 71.500,- (disertai multimedia)<br />
3 SKS &#8211; Modul 1-9 / Edisi 1<br />
ISBN : 9790111290<br />
DDC22 : 650<br />
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007</p>
<p>Mata kuliah ini memberikan gambara yang utuh dan sistematis mengenai berbagai pengertian dan konsep yang berkaitan dengan semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan/organisasi bisnis, meliputi bidang sumber daya manusia, pemasaran, operasi, dan keuangan. Pada awal pembahasan dijelaskan mengenai konsep dasar bisnis, sistem ekonomi negara, etika bisnis dan tanggung jawab sosial, bentuk-bentuk organisasi bisnis, serta kewirausahan. Selain itu, dibahas tentang pengelolaan organisasi bisnis (penerapan fungsi manajemen dalam bisnis). Penjelasan selanjutnya, mengenai pengelolaan kegiatan utama bisnis, yaitu tentang pengelolaan sumber daya manusia dalam bisnis termasuk motivasi, kepemimpinan, dan hubungan ketenagakerjaan, pengelolaan operasi/produksi dalam bisnis, pengelolaan pemasaran (meliputi konsep dasar dan analisis peluang pemasaran, serta pengembangan bauran pemasaran, dan pengelolaan manajemen keuangan dalam bisnis.</p>
<p>pembelian.online:<br />
<a href="http://ebook.ut.ac.id/" target="_blank">http://ebook.ut.ac.id/</a></p>
<hr size="2" /> </p>
<p><strong>Tinjauan Mata Kuliah</strong></p>
<p>Mata kuliah Pengantar Bisnis merupakan salah satu mata kuliah prasyarat yang memberikan kerangka dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah-mata kuliah lanjutan dan inti (mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Operasi, Manajemen Pemasaran, dan Manajemen Keuangan) di Program Studi Manajemen. BMP Pengantar Bisnis bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana suatu organisasi bisnis berupaya mencapai tujuan organisasinya dengan melakukan analisis terhadap lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak terbatas dengan sumber-sumber yang terbatas. Sebagai sebuah sistem, kegiatan bisnis merupakan sebuah sistem operasional yang sangat terkait dengan lingkungan di sekitarnya. Perusahaan sebagai sistem berarti sebagai unit yang terdiri dari subsistem, seperti sumber-sumber ekonomi, kegiatan perusahaan, dan lingkungan perusahaan yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Pengelolaan bisnis menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan lingkungan ekonomi. Dalam masyarakat yang semakin terbuka kegiatan bisnis harus mampu bersikap fleksibel dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Tantangan dalam dunia bisnis tidak hanya datang dari persaingan industri, tetapi juga dari berbagai perubahan lingkungan internal dan eksternal perusahaan, termasuk lingkungan global.</p>
<p>Bisnis diartikan sebagai aktivitas terpadu, meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud memperoleh manfaat atau keuntungan. Dalam perkembangan selanjutnya, organisasi bisnis tidak hanya dioperasikan untuk mencapai keuntungan semata, melainkan juga berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam, bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial perusahaan dan memberdayakan etika dalam bisnis. Dalam masyarakat yang semakin maju saat ini, organisasi bisnis perlu dikelola secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya.</p>
<p>Dalam mata kuliah ini akan dibahas semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan, meliputi aspek sumber daya manusia, pemasaran, operasi dan keuangan. Setelah mempelajari mata kuliah Pengantar Bisnis, Anda diharapkan mampu menjelaskan prinsip-prinsip dan konsep bisnis, meliputi bidang sumber daya manusia, pemasaran, operasi, dan keuangan dalam menghadapi situasi lingkungan dan praktik bisnis sekarang dan masa mendatang.</p>
<p>Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta bobot 3 SKS, mata kuliah Pengantar Bisnis terdiri dari 9 modul yang pengorganisasiannya sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Bisnis dan Lingkungannya. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan kaitan bisnis dan lingkungannya, bisnis dan hubungannya dengan sistem ekonomi serta etika dalam bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan.</li>
<li>Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen, dan Kewirausahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan tentang bentuk-bentuk organisasi dan kerja sama bisnis, perumusan strategi perusahaan dan proses manajemen, serta konsep kewirausahaan dan bentuk-bentuk usaha kecil.</li>
<li>Pengelolaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia dalam Bisnis. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan bagaimana sebuah perusahaan mengelola organisasi termasuk sumber daya manusia di dalamnya agar dapat menjalankan bisnis secara efektif dan efisien.</li>
<li>Motivasi, Kepemimpinan dan Hubungan Industrial. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan motivasi dan kepemimpinan serta hubungan industrial yang merupakan unsur-unsur yang mempengaruhi perilaku individu dan hubungan atasan-bawahan sehingga diharapkan kinerja organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.</li>
<li>Pengelolaan Produksi/Operasi dalam Bisnis. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar produksi/ operasi, perencanaan dan pengawasan operasi dalam bisnis.</li>
<li>Konsep Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar pemasaran, segmentasi serta perilaku konsumen.</li>
<li>Keputusan Bauran Pemasaran. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan setiap komponen dalam bauran pemasaran secara lebih detail dan komprehensif.</li>
<li>Pengelolaan Keuangan Perusahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan prinsip dan konsep dasar akuntansi dan keuangan dalam suatu unit kerja organisasi atau unit bisnis perusahaan.</li>
<li>Peranan Pasar Uang dan Pasar Modal serta Penerapan Corporate Governance di Indonesia. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan konsep-konsep dasar pasar uang, pasar modal serta tata kelola perusahaan (corporate governance) di Indonesia.</li>
</ol>
<p>Agar lebih memudahkan dalam memahami mata kuliah ini, berikut disampaikan desain instruksional yang menggambarkan tujuan instruksional dari tiap topik bahasan dan kompetensi-kompetensi pendukung yang harus Anda kuasai untuk mencapai kompetensi utama mata kuliah ini.</p>
<p>Dengan mempelajari setiap modul dengan cermat sesuai petunjuk yang ada serta mengerjakan semua latihan dan tes yang diberikan secara sungguh-sungguh, Anda akan berhasil dalam menguasai tujuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Selamat belajar, semoga Anda sukses!</p>
<p><strong>Rangkuman Mata Kuliah</strong></p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 1<br />
</strong><strong>BISNIS DAN LINGKUNGANNYA </strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Bisnis dan Lingkungannya</strong></p>
<p>Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan profit.</p>
<ol>
<li>Titik permulaan dalam manajemen yang efektif adalah menentukan tujuan.</li>
<li>Lingkungan bisnis dibedakan atas 2, yakni lingkungan internal dan eksternal.</li>
<li>Lingkungan internal terdiri atas karya manajemen, pemegang saham, modal dan peralatan fisik, serta informasi.</li>
<li>Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen, yakni lingkungan khusus dan umum.</li>
<li>Lingkungan khusus, meliputi konsumen, pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingan (pressure group).</li>
<li>Lingkungan umum, meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, serta teknologi dan kondisi global.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Bisnis dan Sistem Ekonomi</strong></p>
<p>Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan profit. Di mana yang dimaksud dengan profit adalah perbedaan antara pendapatan suatu bisnis dan beban-bebannya.</p>
<p>Sistem ekonomi adalah sistem suatu negara untuk mengalokasikan sumber dayanya di antara warga negaranya baik individu maupun organisasi.</p>
<p>Faktor-faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, yaitu sumber daya alami, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.</p>
<p>Ada 3 jenis sistem ekonomi, yakni planned economy, market economy dan mixed economy.</p>
<p>Ada 4 tingkat kompetisi di dalam ekonomi pasar, yaitu pure competition (kompetisi murni), kompetisi monopolistik, oligopoli, dan monopoli.</p>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Etika Bisnis</strong></p>
<ol>
<li>Etika adalah kepercayaan tentang apa yang benar dan salah atau baik dan buruk dalam tindakan yang mempengaruhi yang lain.</li>
<li>Perilaku etis adalah tingkah laku yang disesuaikan terhadap norma sosial yang diterima secara umum berkenaan dengan tindakan yang berguna dan berbahaya.</li>
<li>Ada model 3 langkah sederhana untuk melakukan penilaian etika untuk situasi yang muncul selama aktivitas bisnis, yakni:</li>
</ol>
<p>a. mengumpulkan informasi relevan yang sesungguhnya;</p>
<p>b. menganalisis fakta-fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai;</p>
<p>c. membuat keputusan etik berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan dari kebijakan atau aktivitas yang dimaksudkan.</p>
<ol>
<li>Empat norma etik tersebut adalah kegunaan (utility), hak (rights), keadilan (justice), dan kepedulian (caring).</li>
<li>Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder, yakni meliputi tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, investor, pemasok, dan komunitas lokal di mana bisnis berada.</li>
<li>Empat area tanggung jawab organisasi, yakni tanggung jawab ke depan terhadap lingkungannya, konsumennya, karyawannya, dan investornya.</li>
<li>Empat macam pendekatan tanggung jawab sosial adalah Obstructionist stance, Defensive stance, Accommodative stance, dan Proactive stance</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 2<br />
</strong><strong>BENTUK-BENTUK BADAN USAHA, PROSES MANAJEMEN, DAN KEWIRAUSAHAAN</strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Bentuk Organisasi dan Kerja Sama Bisnis </strong></p>
<ol>
<li>Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi berikut ini.</li>
</ol>
<p>a. Perusahaan perseorangan. Perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi, dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya.</p>
<p>b. Perusahaan Perkongsian. Perusahaan yang merupakan penggabungan dari beberapa orang. Ukurannya kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Salah satu dorongan penting untuk mengembangkan perkongsian adalah untuk menggabungkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pendirinya dan atau untuk melakukan usaha di bidang yang diminati bersama.</p>
<p>c. Perusahaan Perseroan Terbatas. Perusahaan yang digolongkan kepada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu institusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akte notaris, di mana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada Perseroan Terbatas dianggap sebagai pemilik perusahaan, tetapi tidak ikut campur dalam menjalankan kegiatan usaha.</p>
<p>d. Badan Usaha Milik Negara. Beberapa bentuk Badan Usaha Milik Negara, antara lain (1) Perusahaan Jawatan atau Perjan; (2) Perusahaan Umum atau Perum; serta (3) Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara.</p>
<p>e. Koperasi. Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan sekadar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.</p>
<p>f. Badan Usaha yang bukan mencari keuntungan (Non Profit Organization/Non Government Organization/Nirlaba). Terdapat juga badan-badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. Umumnya usaha seperti ini bergerak di bidang pendidikan dan rumah sakit.</p>
<ol>
<li>Aspek lain dari organisasi perusahaan sebagai bentuk kerja sama bisnis, antara lain berikut ini.</li>
</ol>
<p>a.   Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain.</p>
<p>b.   Joint Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan, yang sepakat untuk mendirikan suatu perusahaan baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan patungan.</p>
<p>c. Akuisisi/pengambilalihan. Pengambilalihan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli saham perusahaan itu. Dengan memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan lain tersebut maka kita dapat menguasai perusahan tersebut.</p>
<p>d. Employee Stock Ownership Plan. Kesepakatan di mana perusaaan menyediakan bagian dari sahamnya untuk didistribusikan kepada karyawannya.</p>
<p>e.   Privatisasi merupakan langkah sebaliknya dari nasionalisasi. Di mana pemerintah menjual perusahaan-perusahaan milik negara kepada pihak swasta. Kebalikan dari privatisasi, nasionalisasi, yaitu tindakan pemerintah suatu Negara untuk mengambil alih beberapa perusahaan milik swasta.</p>
<p>f.    Investasi Langsung merupakan tindakan membeli atau mendirikan aset yang berwujud (tangible assets) di negara lain.</p>
<p>g.   Franchising, yaitu tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk beroperasi dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang mengeluarkan franchise ini.</p>
<p>h.   Licensing, yaitu penggunaan suatu brand/merek produk yang telah terkenal dengan cara membeli hak penggunaan merek dari organisasi atau individu yang memilikinya.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Mengelola Bisnis melalui Manajemen yang Efektif </strong></p>
<ol>
<li>Langkah awal dari suatu proses manajemen adalah penetapan tujuan yang ingin dicapai dan rencana strategis untuk mencapai tujuan tersebut.</li>
<li>Penetapan tujuan bisnis dan strategi untuk mencapai tujuan akan sangat menentukan keberhasilan bisnis. Penetapan tujuan bisnis memiliki manfaat utama memberi arah dan pedoman bagi semua karyawan mengenai apa yang harus mereka lakukan. Penentuan tujuan akan membantu perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki, membantu perusahaan untuk menentukan budaya dan etos kerja di perusahaan, dan membantu manajer/ pengelola bisnis untuk memberikan performa yang lebih baik dan mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan hasil yang dicapai.</li>
<li>Umumnya tujuan dibagi menjadi tujuan jangka panjang, menengah, dan tujuan jangka pendek.</li>
<li>Untuk mengatasi ketidakpastian, perusahaan biasanya menggunakan contingency planning dan crisis management.</li>
<li>Langkah penyusunan strategi perusahaan meliputi penetapan tujuan stratejik, melakukan analisis terhadap kondisi lingkungan eksternal dan kekuatan internal perusahaan, melakukan analisis terhadap kondisi internal perusahaan, dan memadukan kondisi lingkungan dengan organisasi untuk memperoleh strategi terbaik. Proses memadukan dan mendapatkan strategi ini merupakan langkah terpenting.</li>
<li>Proses manajemen meliputi tahapan planning, organizing, directing, dan controlling.</li>
<li>Ada tiga level dasar manajer, yaitu top manager, middle manager, serta first line manager.</li>
<li>Bidang manajemen yang harus ditangani manajer meliputi antara lain manajer sumber daya manusia, manajer operasi, manajer pemasaran, manajer informasi dan teknologi/IT, manajer keuangan, dan bidang manajemen lain.</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 3<br />
<strong>Kewirausahaan</strong></p>
<ol>
<li>Kewirausahaan, yaitu perilaku yang mencakup perilaku berinisiatif (initiative taking), perilaku mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya atau situasi praktis, serta perilaku menerima risiko atau kegagalan. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Antillon pada tahun 1755. Istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B. Say untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi.</li>
<li>Joseph C. Shumpeter mengatakan bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wirausaha melakukan suatu proses yang disebut dengan creative destruction terhadap keseimbangan pasar. Inovasi yang diciptakan oleh wirausaha akan menghancurkan keseimbangan yang terdapat pada pasar untuk kemudian mencapai keseimbangan baru dengan keuntungan-keuntungan atas inovasi tersebut.</li>
<li>Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkannya untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat, dan lingkungannya.</li>
<li>Terdapat tiga aspek dasar yang ditekankan ketika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur: melibatkan proses kreasi, pengorbanan waktu dan usaha, serta reward (hasil).</li>
<li>Terdapat sembilan karakteristik tingkah laku seorang wirausaha, antara lain sifat instrumental, prestatif, keluwesan bergaul, kerja keras, keyakinan diri, pengambilan risiko, swakendali, inovatif, serta kemandirian.</li>
<li>McClelland mengatakan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang memiliki dorongan berprestasi yang kuat. Hal ini terlihat dari tingkah laku wirausaha, di antaranya kebutuhan berprestasi, rasa tanggung jawab yang tinggi, pemilihan risiko yang moderat, adanya persepsi terhadap keyakinan sukses, menghadapkan umpan balik sebagai dorongan, energik, berorientasi masa depan, memiliki keahlian organisasi, serta orientasi uang sebagai simbol keberhasilan.</li>
<li>Steade, et.al. mengatakan bahwa terdapat 5 tingkah laku berkualitas dari wirausaha, purposeful, persuasive, persisten, persumptuous, dan perceptive.</li>
<li>Terdapat faktor-faktor khusus dalam pembentukan sifat seorang wirausaha. Faktor tersebut adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga kepada seorang anak.</li>
<li>Intrepreneur merupakan wirausaha yang ada di dalam lingkungan perusahaan.</li>
</ol>
<p>10.  Integritas merupakan persoalan krusial bagi keberhasilan pribadi dan bisnis. Banyak orang cenderung melihat faktor-faktor di luar diri mereka sebagai penyebab penyimpangan karakter. Padahal pengembangan integritas sebenarnya menjadi tugas dalam diri setiap orang.</p>
<p>11.  Tiga hal penting mengenai integritas yang berbeda dari pandangan umum, antara lain integritas tidak ditentukan oleh lingkungan, tidak berdasarkan kedudukan, dan tidak disamakan dengan reputasi.</p>
<p>12.  Pada umumnya wirausaha memiliki lima karakteristik, yaitu mereka sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru dengan tetap selalu waspada, mengejar peluang dengan disiplin yang ketat, hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang lain yang melelahkan diri dan organisasi mereka, fokus pada pelaksanaan khususnya yang bersifat adaptif, serta mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka.</p>
<p>13.  Terdapat beberapa faktor yang memotivasi seseorang menjadi wirausaha, antara lain foreign refugee, corporate refugee, paternal refugee, feminist refugee, housewife refugee, society refugee, serta educational refugee.</p>
<p>14.  Usaha kecil adalah suatu bentuk usaha yang tidak bergantung pada pemilik dan manajemennya, serta tidak mendominasi pasar di mana ia berada (Lupiyoadi, 2004).</p>
<p>15.  Tiga aspek yang penting dalam menjelaskan kontribusi bisnis skala kecil ini bagi suatu negara, antara lain penciptaan lapangan kerja, inovasi, serta pengaruh bagi bisnis besar.</p>
<p>16.  Bentuk-bentuk usaha kecil yang populer, antara lain jasa, retailing, grosir/distribusi, agribisnis, serta produksi atau manufaktur.</p>
<p>17.  Beberapa alasan keberhasilan seorang wirausaha, antara lain kerja keras, kekuatan tekad, dedikasi, berhasil memenuhi permintaan pasar, juga mempunyai kemampuan manajemen.</p>
<p>18.  Beberapa alasan gagalnya usaha kecil, antara lain kurangnya pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis, lemahnya sistem kontrol, serta kurang modal.</p>
<p>19.  Usaha yang sedang berkembang pesat dengan pertumbuhan jumlah personel dan operasi pasarnya, perlu memformalkan perencanaannya karena beberapa hal, antara lain derajat ketidakpastian, tingkat persaingan, serta jumlah dan jenis pengalaman wirausaha (kurangnya pengalaman baik dalam teknologi maupun bisnis).</p>
<p>20.  Terdapat 5 langkah yang harus diikuti dalam perencanaan strategis, antara lain menguji/menganalisis lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman), memformulasikan strategi perusahaan jangka panjang dan pendek (misi, tujuan, strategi, dan kebijakan), menerapkan rencana strategi (program, anggaran, prosedur), mengevaluasi kinerja strategi, melakukan follow up (menindaklanjuti) umpan balik atau feedback yang berkesinambungan.</p>
<p>21.  Terdapat 5 faktor pendorong kegiatan manajemen strategis suatu perusahaan yang sedang berkembang, antara lain permintaan akan waktu manajemen strategis, kecepatan pengambilan keputusan, problem politis internal, ketidakpastian lingkungan, serta visi wirausaha.</p>
<p>22.  Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab perencanaan kurang baik, antara lain keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan, kurangnya keahlian atau keterampilan, kurangnya kepercayaan dan keterbukaan, adanya persepsi bahwa perencanaan itu berbiaya tinggi sehingga cenderung menghindari perencanaan.</p>
<p>23.  Michael E. Porter telah mencatat lima kesalahan fatal para wirausaha pada tahap pengimplementasiannya, antara lain salah memahami daya tarik suatu industri, tidak ada keunggulan kompetitif yang nyata, mengejar posisi kompetitif yang tidak terjangkau, mengompromikan strategi pertumbuhan, kegagalan dalam mengkomunikasikan strategi perusahaan secara terbuka kepada karyawannya.</p>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 3<br />
</strong><strong>PENGELOLAAN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS </strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Organisasi Bisnis </strong></p>
<ol>
<li>Organisasi merupakan sebuah entitas sosial; entitas sosial yang diarahkan oleh tujuan; entitas sosial yang dirancang (secara sengaja) untuk memiliki struktur dan sistem aktivitas yang terkoordinasi; serta entitas sosial yang terhubung dengan lingkungan eksternal atau lingkungan luar.</li>
<li>Terdapat berbagai jenis organisasi tergantung hal mendasar yang dijadikan sebagai patokan jenis-jenis organisasi tersebut, antara lain berdasarkan ukuran jumlah pegawai, berdasarkan tujuan organisasi (profit atau nirlaba), serta produk yang dihasilkan (barang dan jasa).</li>
<li>Keberadaan organisasi menjadi penting karena beberapa alasan, antara lain untuk menyatukan sumber daya demi mencapai tujuan dan memberikan hasil, memproduksi barang dan jasa secara efisien, memfasilitasi inovasi, menggunakan teknologi manufaktur dan informasi modern, beradaptasi terhadap dan mempengaruhi perubahan lingkungan, menciptakan nilai bagi pemilik, pelanggan, dan pegawai, mengakomodasi tantangan, meliputi keberagaman, etika, serta motivasi, dan koordinasi pegawai.</li>
<li>Terdapat dua jenis perspektif terhadap organisasi, yaitu sebagai sistem terbuka (open system) yang tergantung pada lingkungan, serta kerangka konfigurasi organisasi yang menjelaskan 5 bentuk dasar organisasi (manajemen puncak, manajemen menengah, pegawai pendukung teknis, pegawai pendukung administratif, serta technical core).</li>
<li>Pada dasarnya terdapat 2 dimensi yang harus diperhatikan dalam memahami organisasi dan ingin merancang struktur organisasi, yaitu dimensi struktural (formalization, work specialization, Hierarchy of Authority termasuk span of control/rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, profesionalisme, serta rasio personel juga departmentalization/departementalisasi dan chain of command/ rantai komando) dan dimensi kontekstual yang menunjukkan karakteristik organisasi secara keseluruhan (goal dan strategi perusahaan, lingkungan, ukuran, teknologi, dan budaya organisasi). Bagan khusus dari hubungan antara kegiatan usaha dan sumber daya yang ada di dalam organisasi-disertai tugas-tugas yang mereka jalankan, dinamakan struktur organisasi. Dalam menentukan struktur organisasi, terlebih dahulu kita harus menentukan sifat organisasi itu sendiri, antara lain dari sisi formalitasnya, yaitu formal ataukah informal. Pada dasarnya, terdapat 3 komponen inti dalam suatu struktur organisasi, yaitu (1) Formal reporting relationship, (2) Grouping together task, dan (3) Design of system. Komponen 1 dan 2 lebih menekankan pada pembahasan mengenai organisasi vertikal, sedangkan komponen yang ketiga lebih menekankan pada organisasi horizontal.</li>
<li>Pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu struktur umum yang terdiri dari struktur organisasi sederhana (simple structure, misalnya fungsional), birokratis (atau vertical, misalnya divisional), serta matriks. Jenis struktur kontemporer, antara lain struktur tim (team structure atau dikenal pula sebagai horizontal structure), virtual organization (modular/network), sampai hybrid (gabungan vertical dan horizontal, disebut juga boundaryless organization). Perubahan-perubahan struktur organisasi dapat berimplikasi pada semangat kerja karyawan, dapat berarti positif ataupun negatif. Hasil dari perubahan dapat membuat para pekerja kehilangan jabatan, menghilangkan rekan kerja dalam sebuah tim yang solid atau kehilangan pekerjaan. Akan tetapi, perubahan ini mempunyai harapan yang lebih baik pada perkembangan organisasi. Bagaimana manajemen dapat menjembatani persoalan ini sehingga perubahan organisasi dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan kepanikan merupakan tantangan yang perlu dihadapi setiap perusahaan.</li>
<li>Terdapat dua jenis model rancangan organisasi yang saling bertolak belakang, yaitu model mekanistik dan organik. Kedua model tersebut dijadikan dasar untuk menjawab perbedaan yang ada pada setiap struktur organisasi. Beberapa hal yang menjadi determinan perbedaan struktur organisasi antara lain perbedaan strategi (inovasi, minimisasi biaya, dan imitasi), ukuran, teknologi, serta lingkungannya (seperti yang terdapat dalam dimensi kontekstual organisasi).</li>
</ol>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Konsep dan Fungsi Manajemen SDM </strong></p>
<ol>
<li>Sumber daya manusia (SDM) adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang memberikan sumbangan pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi.</li>
<li>Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi seluruh sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.</li>
<li>Fungsi sumber daya manusia atau bagian SDM adalah mengelola berbagai aspek dari masalah sumber daya manusia dalam perusahaan, seperti merencanakan kegiatan perekrutan dan mengusahakan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang digunakan oleh perusahaan. Bagian SDM ini pun menyusun kebijakan-kebijakan yang menyangkut peraturan tenaga kerja, kualifikasi perekrutan, pengembangan karir dan mulai pengiriman tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan-pelatihan hingga melanjutkan studi, program insentif maupun bonus bagi tenaga kerja.</li>
<li>Proses manajemen sumber daya manusia adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan mulai dari perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, penandatanganan kontrak kerja, penempatan tenaga kerja hingga pembinaan dan pengembangan tenaga kerja guna menempatkan dan tetap memelihara tenaga kerja pada posisi dan kualifikasi tertentu serta mengusahakan agar mereka bertanggung jawab sesuai dengan persyaratan yang diberikan kepada tenaga kerja tersebut. Proses manajemen SDM melibatkan kegiatan, antara lain perencanaan, perekrutan, seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan, kompensasi dan insentif, serta evaluasi kinerja tenaga kerja.</li>
<li>Saat ini, tugas penting SDM adalah mencari orang yang sesuai untuk digunakan dalam perusahaan serta memberikan ganjaran dan motivasi yang sesuai agar dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan dedikasi yang tinggi. Semua kegiatan manajemen selalu diawali dengan perencanaan, begitu pula dengan kegiatan bagian SDM. Merencanakan perekrutan dan penempatan karyawan yang sesuai merupakan strategi dalam usaha menemukan kebutuhan pekerja dalam jangka pendek dan panjang, pada sebuah organisasi. Untuk memudahkan proses perencanaan, ada beberapa langkah yang diikuti, yaitu perencanaan yang dibuat tetap mengacu pada perencanaan strategis organisasi; menentukan tugas yang akan diemban oleh tenaga kerja melalui Analisis pekerjaan (job analysis), deskripsi pekerja (job description), serta spesifikasi pekerjaan (job specification); menganalisis ketersediaan sumber daya manusia dalam kebutuhan jangka panjang; melakukan tindakan penyesuaian; serta evaluasi dan modifikasi tindakan.</li>
<li>Secara ringkas proses mendapatkan SDM sesuai dengan kebutuhan perusahaan harus melalui 3 tahapan, yaitu rekrutmen, pelatihan atau perkuliahan dan penilaian kinerja. Rekrutmen adalah proses menarik orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran atas pekerjaan yang belum terisi, terbagi atas rekrutmen internal dan eksternal.</li>
<li>Setelah melakukan rekrutmen, perusahaan perlu memberikan pelatihan dan pengembangan agar organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif. Terdapat beberapa teknik pelatihan, antara lain orientasi karyawan baru, program atas dasar pekerjaan (on the job training), program secara perkuliahan (classroom training),video teleconferencing, video interaktif, serta pelatihan berdasarkan kelompok.</li>
<li>Penilaian kinerja pegawai dalam menjalankan tugas merupakan evaluasi yang dilakukan secara spesifik dan formal untuk menentukan tingkat keefektifan pelaksanaan pekerjaan seorang karyawan terdapat beberapa metode pengukuran kinerja, antara lain Written Essays, merupakan metode yang paling sederhana dalam mengevaluasi kinerja pegawai. Dibuat dalam bentuk narasi mengenai kekuatan, kelemahan pegawai, kinerja masa lalu, kinerja potensial, serta saran perbaikan bagi pegawai. Metode Pengurutan (Rangking) yang mengurutkan dari atas ke bawah atau yang terbaik ke yang terburuk atas setiap pekerja atau kelompok kerja atau divisi tertentu; Metode Peringkatan, yang terdiri dari pertanyaan atau pertanyaan sederhana mengenai beberapa aspek kinerja pekerjaan seseorang. Metode yang populer adalah skala pemeringkat grafis yang mudah untuk dikembangkan, Critical Incident Method/Metode Kejadian Kritis yang merupakan contoh yang sangat baik atau sangat buruk dalam diri karyawan, dalam hal ini Manajer berusaha menjabarkan apa yang para pekerja tersebut lakukan atau tidak sehingga berakibat pada keberhasilan atau kegagalan. Teknik ini memberikan informasi umpan balik dan menentukan kinerja dengan cara yang cukup adil. 360-Degree Evaluations merupakan pendekatan terbaru yang menyediakan umpan balik dari mereka yang sehari-harinya berhubungan dengan pegawai, baik internal customer, seperti manajemen puncak, manajer, bawahan, rekan kerja atau anggota tim, serta perwakilan departemen lain, serta external customer, seperti supplier dan klien.</li>
<li>Kompensasi untuk para pekerja. Upah, gaji dan semua fasilitas lainnya yang merupakan ganjaran atau pembayaran kepada para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dikatakan sebagai kompensasi. Pada dasarnya kompensasi terdiri dari 2 jenis, yaitu financial dan nonfinansial. Kompensasi finansial terdiri dari pembayaran langsung atau insentif (bonus, bagi hasil atau pembayaran jasa bagi nonmanajemen) serta pembayaran tak langsung berupa tunjangan tambahan, yang umumnya dibayarkan kepada para pekerja berupa bantuan dana pensiun, asuransi dan liburan. Sementara itu, kompensasi nonfinansial, meliputi situasi kerja di mana para pekerja menemukan kepuasan kerja dan motivasi kerja, terdiri dari beberapa bentuk, antara lain memberikan fasilitas kendaraan dan perumahan, biaya dokter, pemberian pinjaman dengan bunga rendah untuk mencicil rumah/motor/mobil, cuti yang dibayar perusahaan, cuti sakit tanpa dipotong gaji, bebas makan siang di kantor, mengikuti kursus-kursus.</li>
</ol>
<hr size="2" noshade="noshade" /><strong>MODUL 4<br />
</strong><strong>MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL </strong></p>
<p>Kegiatan Belajar 1<br />
<strong>Motivasi dan Kepemimpinan </strong></p>
<ol>
<li>Motivasi merupakan kekuatan psikologis yang menentukan arah, intensitas atau tingkat usaha dan tingkat ketekunan seorang individu (pegawai) dalam mencapai tujuannya sehingga melahirkan perilaku tertentu.</li>
<li>Pada umumnya motivasi dapat dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu motivasi ekstrinsik, seperti motivasi yang datang dari luar diri para pekerja, dapat berupa imbalan ataupun hukuman (reward and punishment), sedangkan motivasi intrinsik, seperti motivasi yang datang dari dalam diri pekerja.</li>
<li>Terdapat beberapa teori, antara lain teori motivasi klasik (Frederick Taylor) yang menitikberatkan pada anggapan bahwa hanya uang yang bisa memotivasi karyawan; serta teori perilaku (Hawthorne), yang menyatakan bahwa kecenderungan meningkatnya produktivitas adalah ketika karyawan merasa yakin bahwa mereka akan menerima perhatian khusus dari manajemen (atasan).</li>
<li>Teori hierarki kebutuhan (Maslow). Teori ini menggambarkan adanya 5 tingkatan kebutuhan manusia yang mendorong seseorang untuk bertindak tertentu. Teori ini juga menyatakan bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang berusaha untuk mencapai kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi. Adapun jenis-jenis kebutuhan tersebut menurut Maslow terdiri dari physiological needs, safety needs, belongingness needs, esteem needs, serta self actualization needs.</li>
<li>Teori X dan Y (Douglas McGregor). McGregor menyatakan bahwa terdapat dua kepercayaan/keyakinan (cara pandang) manajer yang sangat berbeda (bertolak belakang) tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya manusia untuk perusahaan. Teori X adalah teori motivasi yang beranggapan bahwa pada dasarnya manusia adalah tidak bertanggung jawab dan tidak dapat bekerja sama, sedangkan Teori Y menyatakan sebaliknya, teori ini menganggap bahwa pada dasarnya manusia bertanggung jawab, berorientasi pada pertumbuhan, dapat memotivasi diri (self-motivated), dan terdorong untuk produktif.</li>
<li>Teori Two-Factor (Hezberg). Teori ini mengemukakan bahwa kepuasan kerja tergantung pada 2 faktor, yaitu faktor motivasi (penghargaan kerja) yang bersifat intrinsik dan faktor hygiene (kondisi kerja)yang bersifat ekstrinsik. Dengan memenuhi faktor ekstrinsik maka kondisi dissatisfaction dapat diobati menjadi kondisi no dissatisfaction, tetapi tidak berarti memotivasi karyawan.</li>
<li>Clayton Alderfer memodifikasi teori Maslow untuk memudahkan penelitian empiris. Revisi teori hierarki kebutuhan yang dilakukannya disebut sebagai ERG Theory, yang menggambar tiga jenis kebutuhan manusia yang menjadi sumber motivasi, yaitu Existence Needs, Relatedness Needs, serta Growth Needs. Kontras dengan Maslow, Teori ERG menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki lebih dari satu level kebutuhan secara bersamaan dan apabila kebutuhan yang levelnya lebih tinggi sulit dipenuhi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan yang levelnya lebih rendah akan meningkat.</li>
<li>McClelland&#8217;s Achievement Motivation Theory atau teori motivasi prestasi oleh David McClelland, yang menyatakan bahwa karyawan memiliki cadangan energi potensial, bagaimana energi itu dilepaskan dan digunakan tergantung pada kekuatan dorongan motivasi dan situasi dan peluang yang tersedia. Energi ini akan dimanfaatkan oleh karyawan karena didorong oleh (a) kekuatan motif dan kekuatan dasar yang terlibat; (b) harapan keberhasilannya; dan (c) nilai intensif yang melekat pada tujuan.</li>
<li>Equity theory, menyatakan bahwa seseorang akan mengevaluasi yang mereka lakukan dan peroleh pada perusahaan tempat bekerja dengan membandingkan perlakuan di tempat lain.</li>
</ol>
<p>10.  Goal setting theory menggunakan pendekatan kognitif yang menyatakan bahwa penetapan goal (tujuan) secara spesifik yang memberikan tantangan dan disertai dengan respons balik terhadap setiap usaha pencapaian tujuan akan lebih memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja.</p>
<p>11.  Terdapat beberapa strategi peningkatan kepuasan dan motivasi kerja karyawan, antara lain dengan Teori Penguatan/Modifikasi Perilaku (Reinforcement/Behavior Modification Theory) menyatakan bahwa perilaku dapat dikembangkan atau tidak melalui pemberian imbalan atau penerapan hukuman; manajemen partisipatif dan pemberian wewenang (Empowerment), yaitu karyawan diberi kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat tentang bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan dan bagaimana pengelolaan dari perusahaan. Management by Objective (MBO), yaitu sebuah sistem kolaborasi dalam penetapan tujuan yang mencakup semua bagian organisasi baik dari level atas hingga level bawah, merupakan teknik untuk mengelola proses perencanaan yang berfokus dalam membantu manajer mengimplementasikan dan melaksanakan rencana mereka. Manajemen partisipasif dan pemberian wewenang dapat dicapai melalui (a) Team Management, yaitu karyawan diberi tanggung jawab dalam mengambil Keputusan pada aktivitas tertentu, seperti kapan waktu istirahat makan siang atau bagaimana cara membagi tugas antar-rekan kerja. Pada level yang lebih tinggi, karyawan juga dikonsultasikan dalam beberapa Keputusan seperti penjadwalan produksi, prosedur dan jadwal kerja, dan pengangkatan karyawan baru; (b) pengayaan pekerjaan (Job Enrichment atau job redesign) yang dirancang untuk menambah satu atau lebih faktor motivasi terhadap aktivitas kerja atau pendesainan ulang pekerjaan yaitu dengan mengombinasikan tugas, membentuk kelompok kerja, serta membangun hubungan dengan klien; serta memodifikasi jadwal kerja.</p>
<p>12.  Kepemimpinan adalah suatu proses memotivasi pihak lain untuk bekerja sesuai tujuan tertentu. Hal ini menyangkut kemampuan dalam mempengaruhi perilaku orang lain untuk bertindak sesuai yang diharapkan.</p>
<p>13.  Teori awal tentang kepemimpinan mencoba mengidentifikasi karakter khusus yang dilekatkan pada seorang pemimpin, misalnya penampilan fisik, kecerdasan, dan kemampuan bicara di depan umum.</p>
<p>14.  Pendekatan selanjutnya melalui gaya manajerial (managerial style) merupakan pola perilaku yang dilakukan manajer dalam berhubungan dengan bawahan, yang diklasifikasikan menjadi Gaya Otokratis, Demokratis, dan Free-rein.</p>
<p>15.  Ada pula pendekatan kontinjensi kepemimpinan (the contigency approach) manajer cenderung meyakini bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan mengikuti cara sebelumnya, artinya penyelesaian masalah dapat diperkirakan penyelesaiannya</p>
<p>16.  Perubahan yang terjadi pada abad XXI semakin cepat dan mencakup berbagai aspek dari kehidupan umat manusia. Salah satu aspek yang mengalami perubahan besar adalah pola motivasi kerja dan pola kepemimpinan.</p>
<p>Kegiatan Belajar 2<br />
<strong>Hubungan Industrial </strong></p>
<ol>
<li>Hubungan Industrial atau Ketenagakerjaan mencakup semua aspek hubungan antara pekerja dengan pemberi kerja dalam lingkungan kerja. Fokus dari hubungan industrial adalah untuk menciptakan hubungan efektif antara seorang pekerja dengan pekerja lainnya dan antara kelompok pekerja dengan pengusaha.</li>
<li>Secara sederhana Hubungan Industrial dapat diartikan sebagai suatu corak atau sistem pergaulan atau sikap dan perilaku yang terbentuk di antara pelaku proses produksi barang dan jasa, yaitu pekerja, pengusaha, pemerintah.</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.ut.ac.id">www.ut.ac.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=17&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2009/12/04/ekma4111-pengantar-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKA UT JAKARTA</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/ika-ut-jakarta/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/ika-ut-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utalumni.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Ikatan Alumni Universitas Terbuka &#8211; Wilayah Jakarta (IKA UT JAKARTA) Sekretariat :RUMAH KAMPUS Jl. Kramat Asem Raya, gg. Jl. Kelapa Mas No.16 Rt.05 RW.12 Utan Kayu Jakarta Timur. (samping SMA negeri 22 Jakarta Timur) Kontak : Riyanto, SE ( Hp : 081514357257); J.Triwiyanto (Hp :021-70212669) ; Ibu.Dra. ENDANG PUJO, Hp 081814344 e-MAIL :ika.utjakarta@gmail.com; cri_tri@telkom.net BLOG [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=3&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Ikatan Alumni Universitas Terbuka &#8211; Wilayah Jakarta (IKA UT JAKARTA)</strong></p>
<p><strong>Sekretariat :RUMAH KAMPUS </strong></p>
<p>Jl. Kramat Asem Raya, gg. Jl. Kelapa Mas No.16 Rt.05 RW.12 Utan Kayu Jakarta Timur. (samping SMA negeri 22 Jakarta Timur)</p>
<p>Kontak : Riyanto, SE ( Hp : 081514357257); J.Triwiyanto (Hp :021-70212669) ; Ibu.Dra. ENDANG PUJO, Hp 081814344</p>
<p>e-MAIL :ika.utjakarta@gmail.com; cri_tri@telkom.net</p>
<p><strong>BLOG : </strong><strong><a href="http://ikaut.blogspot.com/">http://ika-utjakata.blogspot.com/</a></strong><strong></strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong><strong></strong></p>
<p>Untuk lebih meningkatkan peran aktif para alumni Universitas Terbuka yang berdomisili di JABOTABEK dan sekitarnya, maka IKA-UT Wilayah Jakarta ini dimaksudkan sebagai wadah kegiatan untuk :</p>
<p>1.   Meningkatkan peran alumni Universitas Terbuka dalam pengabdian kepada bangsa.</p>
<p>2.   Mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu dan profesi yang ditekuni para alumni.</p>
<p>3.   Meningkatkan citra Universitas Terbuka sebagai almamater.</p>
<p>Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka IKA-UT Wilayah Jakarta, merumuskan dan membuat program kegiatan yaitu :</p>
<ul>
<li>Mengadakan forum komunikasi dan diskusi sesama alumni secara berkala, untuk membahas program kerja dan kegiatan lainnya.</li>
<li>Mengadakan Representasi /Pengenalan Universitas Terbuka bagi siswa kelas III SMU/SMK ke sekolah-sekolah.</li>
<li>Membantu kegiatan Kelompok Belajar Mahasiswa (KBM) dalam memberikan tutorial, maupun program kegiatan lainnya.</li>
</ul>
<p>IKA-UT Wilayah Jakarta sebagai bagian dari UNIVERSITAS TERBUKA diharapkan dapat memberikan kondisi yang memungkinkan berkembangnya interaksi social antara sesama alumni, civitas akademik UT dan masyarakat dalam lingkungan masyarakat ilmiah.<a href="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/11/ika-ut-jakarta-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4" title="IKA UT Jakarta 1" src="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/11/ika-ut-jakarta-1.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=3&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/ika-ut-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://utalumni.files.wordpress.com/2009/11/ika-ut-jakarta-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IKA UT Jakarta 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/</link>
		<comments>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utalumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=1&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/utalumni.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/utalumni.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=utalumni.wordpress.com&amp;blog=10628956&amp;post=1&amp;subd=utalumni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utalumni.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6efcf1ace32174f3f4f7dfa53b13134d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">utalumni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
